Dilansir dari Tribunnews.com, Kalezic bertugas melatih dan membina PSM sekira 11 bulan.
Posisinya tersebut untuk mengganti pelatih sebelumnya, Robert Rene Alberts.
Manajemen PSM pun memberikan target kepada pelatih berkebangsaan Bosnia ini untuk memenangkan trofi dan mengembangkan potensi pemain muda PSM.
• Jadwal & Link Live Streaming TVRI, BWF World Tour Finals, Laga Final Anthony Ginting & Hendra/Ahsan
• Jadwal & Link Live Streaming TVRI, BWF World Tour Finals, Laga Final Anthony Ginting & Hendra/Ahsan
"Ini adalah proses yang panjang terutama, saya datang ke sini tidak terlibat untuk memilih pemain di musim 2019 ini," ungkap Kalezic.
Ia tidak dapat merekrut pemain karena bursa transfer pemain akan berlangsung musim depan.
"Proses itu seharusnya berjalan musim depan ke tahap lanjutan," tambahnya.
Semenjak Kalezic melatih PSM, ia berhasil mengantarkan Juku Eja menjadi juara Piala Indonesia.
Namun, pada Shopee Liga 1 ini PSM belum pernah sekalipun memenangkan laga tandang.
"Saya senang, bahwa saya bisa menjadi coach dan melakukan tugas saya membawa trofi setelah 19 tahun lamanya, terima kasih," ucapnya.
Tentunya pada laga nanti sore, PSM Makassar akan bekerja keras untuk memenangkan pertandingan terakhir ini dengan pelatih Kalezic.
Seto menyayangkan keputusan Kalezic mundur dari kursi pelatih PSM Makassar.
Pelatih PSS Sleman itu menyayangkan kemunduran Kalezic di kursi pelatih PSM dipenghujung gelaran Liga 1 2019.
Seperti diketahui, pengunduran diri pelatih asal Bosnia tersbut sehari sebelum laga PSM Makassar vs PSS Sleman berlangsung.
Sebagai sesama pelatih, Seto tetap menyuport apapun keputusan yang diambil Kalezic.
" Sebenarnya saya menyayangkan karena tinggal dua pertandingan tapi apapun itu Itu sudah keputusan (Darije Kalezic).