Transplantasi stem cell yang dilakukan melalui sumsum tulang belakang biasanya diambil untuk pengobatan kanker darah atau leukemia.
Namun transplantasi stem cell ini ternyata juga memiliki risiko.
Yaitu dapat menimbulkan penyakit GvHD, dimana sumsum tulang yang baru menghasilkan sel-sel aktif yang secara imunologi dapat menyerang sel-sel resipen.
Risiko lain adalah adanya kontaminasi virus lebih tinggi.
"Aku pernah bilang, dok angkat aja (kanker dan organ yang terkena kanker). Ternyata nggak bisa, kata dokter kalau diambil kelar (meninggal)," kisahnya.
"Beda misalnya, aku pikir kayak kanker serviks bisa diangkat, kalau ini enggak, kecuali dicangkok," pungkasnya.
(TribunStyle.com / Salma Fenty Irlanda)