Langkah Tepat Selvi Ananda Jauhkan Gadget Dari Jan Ethes, Manfaatnya Luar Biasa Untuk Anak

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Gibran Rakabuming, Selvi Ananda, dan Jan Ethes

Inilah manfaat pembatasan penggunaan gadget pada anak, dikutip TribunStyle.com dari Intisari.grid.id. 

1. Aspek sosial emosional 

Hal ini akan terbentuk bila terjadi interaksi anak dengan orang lain.

Dari interaksi ini anak akan belajar budi pekerti yang merupakan fondasi dasar bagi pembentukan karakter anak. 

Di usia balita yang diperlukan anak adalah kasih sayang dan attachment yang tinggi dari orangtuanya, bagaimana dan seperti apa perlakuan orangtua pada anaknya di sini akan menentukan seperti apa si anak dewasanya kelak.  

Komentar Kaesang Lihat Video Jan Ethes Goda Jokowi saat Wawancara: Kalau Saya Ditabok Wartawan

Anak juga akan belajar memahami orang lain dan rasa empati anak menjadi lebih baik.

Ini menjadi kesempatan anak untuk mendapatkan kesuksesan juga menjadi lebih besar karena kepiawaiannya menjalin interaksi dengan orang lain.

2. Aspek intelektual

Di usia prasekolah, yang dimaksud intelektual belumlah yang berhubungan dengan akademik, namun kemampuan kognitif, dimana semakin banyak anak melihat, merasakan langsung, mencoba serta meraba atau mencium, semakin banyak memori yang terserap di otaknya.

Foto-foto Jan Ethes Bermain Ditemani Jokowi di Mal, Merasa Kangen 3 Bulan Tak Bertemu Mbah

Ini semua hanya bisa didapat dengan pengalaman langsung dengan berjalan-jalan atau diajak berkeliling mengamati lingkungan.

3. Aspek fisik

Aspek fisik akan berkembang secara baik jika si prasekolah tidak hanya duduk diam.

Orangtua bisa mendorong anak melakukan aktivitas fisik yang dapat menstimulasi keterampilan motorik halus dan kasar seperti bermain di dalam rumah (meronce, bermain balok, menggunting kertas, bermain kubus), bermain di luar ruang (bersepeda, bermain bola, melompat, dan sebagainya), serta bersosialisasi dengan teman-teman.

4. Aspek spiritual

Di sini orangtua bisa menanamkan pada anak hal-hal yang terkait dengan agama dan spiritualitas.

Halaman
123