Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi

Titik-titik Terang Pembunuhan Satu Keluarga Diperum Nainggolan, dari Kunci Mobil Hingga Bercak Darah

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kerabat dan keluarga korban meratapi jenazah saat tiba di Hariara Tolu, Desa Parsaoran Satu, Pangururan, Samosir, Kamis (15/11/2018).

Jimmy melihat keanehan di rumah korban pembunuhan satu keluarga di Bekasi itu saat pulang pukul 23.30 WIB.

Ia mengatakan, biasanyadi rumah korban pembunuhan satu keluarga di Bekasi itu ada tiga mobil yang terparkir.

Namun, yang ia lihat saat itu hanya mobil box saja di rumah korban pembunuhan satu keluarga di Bekasi.

"Jadi pukul 11.30 malam, saya masuk kemudian saya gembok dan kunci lagi seperti semula. Karena saya harus rantai biasanya kalau saya pulang malam, rantai bunyi almarhum keluar. 'Bang baru datang yaa'. Tapi ini enggak ada," kata Jimmy.

"Saya lihat mobil CRV yang biasa diparkir di sini tapi tadi malam enggak ada. Tapi Nissan Xtrail ada. Biasanya tiga mobilnya di sini. Pas paginya tinggal satu mobil saja yang box. Tapi saya enggak tahu ya, ketiga mobil itu punya korban semua atau tidak," lanjut Jimmy.

Jenazah satu keluarga korban pembunuhan di Bekasi, diberangkatkan dari Gereja Lahai Roi, Pasar Rebo, Jakarta Timur untuk dibawa ke Samosir, Sumatera Utara. Keempat jenazah rencananya akan di makamkan pada Kamis (15/11/2018). (Warta Kota/Joko Supriyanto)

Jimmy juga mengaku heran karena tidak mendengar suara teriakan korban.

Padahal, Jimmy tinggal di lantai dua belakang rumah korban.

"Kosan ini ada di belakang rumah korban. Itu yang saya heran, saya tinggal di atas di lantai dua. Baru ketahuan, pas ibu-ibu penghuni kos beli air untuk minum, ketok pintu-pintunya dan jendela," katanya.

Jimmy mengatakan, korban baru menjaga kos selama dua tahun.

Ia mengatakan, penjaga kos sebelumnya adalah orang Bekasi.

Diberitakan sebelumnya, satu keluarga ditemukan tewas di dalam rumahnya di Jalan Bojong Nangka 2, RT 02 RW 07 Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi.

Suasana peribadatan jenazah korban pembunuhan sekeluarga Pondok Gede di Gereja Oikumene, Cijantung, Jakarta Timur, Rabu (14/11). Selanjutnya jenazah diantar menggunakan ambulans menuju Bandara Soekarno - Hatta, dan dipulangkan menuju kampung halaman mereka di Sumatera Utara. (Warta Kota/Adhy Kelana)

Korban ditemukan dengan luka akibat senjata tajam dan juga luka diduga akibat sekapan.

Polisi masih melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut, dan belum jelas motif penbunuhan itu.

Keempat korban yakni Diperum Nainggolan (38), kepala keluarga; Maya Boru Ambarita (37), istri; Sarah Boru Nainggolan (9), anak; dan Arya Nainggolan (7), anak.

Kronologis Lengkap

PEMBUNUHAN terhadap Diperum Nainggolan, istri, dan kedua anaknya itu, kemarin membuat geger lingkungan tempat mereka tinggal.

Halaman
1234