Gempa Sulawesi Tengah

5.000 Orang Masih Tertimbun di Palu, Berikut Cerita tentang Orang-orang Hilang Ditelan Bumi

Editor: Galuh Palupi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Gempa Palu

"Sore itu saya lihat jalan aspal tiba-tiba menekuk-nekuk ke atas seperti gelombang laut disertai gempa yang mengguruh," kata Amir, Senin (1/10/2018).

Gempa Palu - Cerita Warga Jono Oge, Kampungnya Bergeser 3 KM, Kini Tertukar dengan Kebun Jagung

Jalan aspal, lanjut dia, mulai terlihat berlipat dari arah pesantren, perlahan-lahan mendekat ke arah rumahnya.

"Gemuruh dan guncangannya seperti dunia ini mau kiamat," lanjut dia.

Amir yang baru pulang kerja dan hanya menggunakan lilitan handuk lalu menerjang rekahan tanah untuk mencari anak pertamanya.

Mertua dan anaknya sedang membeli lauk untuk makan malam. "Saya meloncat-loncat dari gundukan aspal yang terangkat untuk mencari mereka," tutur Amir.

Tidak lama kemudian, dari rekahan aspal ini muncul lumpur dari dalam perut bumi. Perlahan-lahan rumah-rumah di Petobo ambruk dan tenggelam oleh lumpur dari perut bumi.

Selamat dari Gempa Palu, Bocah 13 Tahun ini Tetap Shalat Maghrib saat Bumi Bergoncang

"Saya lihat seorang ibu menggendong anaknya tenggelam di dalam rekahan. Kami berusaha menolongnya dengan menggali lumpur," kata Amir matanya berkaca-kaca.

Wanita ini hanya menyisakan kepala, sementara tubuhnya sudah ditelan bumi. Amir menarik kepalanya dan berhasil. Sayangnya anak yang digendongnya tenggelam dalam lumpur. Hanya itu yang dia ingat.

Setelah itu, dia berusaha menyelamatkan diri ke tempat yang aman. Lumpur yang keluar dari perut bumi ini seakan mendapat tekanan yang lebih kuat dari dalam.

Muntahannya membentuk bukit dan menenggelamkan sebagian wilayah Petobo. Tidak ada data yang jelas berapa banyak korban yang tenggelam oleh kemunculan lumpur ini.

"Mungkin ada ratusan rumah, Petobo adalah kawasan yang padat penduduk," ujar Amir.

Beredar Video Adelia Pasha Tenangkan Ibu-Ibu Korban Gempa Palu, Banyak yang Nangis

Terik matahari tak dihiraukan, dia terus mencari-cari anak dan mertuanya hingga di puncak bukit lumpur ini.

Amir tidak sendirian menjadi korban gempa bumi dahsyat ini. Ia bersyukur masih bisa menyelamatkan istri dan anak keduanya.

Saat ini, keduanya ditempatkan di pengungsian bersama warga yang selamat lainnya.

Dahsyatnya gempa yang memunculkan lumpur ini diceritakan oleh Mahmud.

Halaman
123