Kunci Jawaban
Perubahan Skema Belajar di Sekolah Kurikulum Baru Tahun Ajaran 2025 dari TK SD SMP dan SMA
Mulai tahun ajaran 2025, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah akan menerapkan pembelajaran Deep Learning di sekolah TK, SD, SMP hingga SMA
Editor: Putri Asti
Ia juga telah menegaskan, pendekatan belajar Deep Learning tidak akan mengganggu penerapan kurikulum yang dianut oleh sekolah.
Dia mengatakan, sekolah masih tetap boleh memilih ingin menggunakan Kurikulum Merdeka ataupun Kurikulum 2013 (K-13).
"Lalu kurikulum yang ada bagaimana? Ya biarin saja, yang (kurikulum) Merdeka tetap merdeka, yang K-13 tetap K-13," kata Mu'ti.
Skema dan Metode Penerapan Deep Learning
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti akan mengenalkan konsep pendekatan belajar Deep Learning ke sekolah.
Mu'ti mengatakan, pendekatan ini akan membantu siswa bisa belajar dengan lebih mendalam dan lebih memahami esensi tentang belajar.
"Ini masih ongoing process (mempersiapkan penerapan Deep Learning)," kata Mu'ti di acara Seminar Nasional dan Sosialisasi Program Deep Learning yang disiarkan secara daring, Senin (17/2/2025).
Abdul Mu'ti menjelaskan, metode pembelajaran mendalam atau Deep Learning akan sukses diimplementasikan jika materi yang diajarkan tidak terlalu banyak.
Menurutnya, materi yang didapat oleh peserta didik harus sesuai dengan ukuran kemampuan, menekankan pentingnya nilai pembelajaran, dan dapat transformasikan ke dalam banyak konteks.
"Nilai harus melekat pada semua mata pembelajaran, dan nilai menjadi makna utama dari proses pembelajaran. Oleh karena itu, selain aspek pengetahuan dan kemampuan, Deep Learning juga harus mengedepankan pentingnya nilai," kata Mu'ti dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (14/2/2025).
Mu'ti mengatakan, setiap manusia memiliki cara yang berbeda dalam proses belajar yang dilakukan.
Oleh karena itu, dalam metode Deep Learning ada tiga prinsip yang berbeda yakni mindful, meaningful, dan joyful.
“Prinsip pertama yaitu "mindful", di mana hal ini berarti bahwa proses yang berlangsung dilakukan dengan penuh kesadaran, dalam konteks di kelas seorang guru harus mengedepankan rasa penghormatan kepada seluruh muridnya, dan memberikan ruang kepada murid untuk menemukan cara yang efektif untuk mempelajari ilmu," ujarnya.
"Lalu, prinsip kedua adalah "meaningful" yang berartikan proses menemukan makna dan menembus pada manfaat dari ilmu yang diajarkan dan mengembangkannya.
Dan ketiga, yaitu "joyful" yang memiliki arti penghargaan atas raihan penemuan makna serta segala kegunaannya serta manfaatnya untuk masyarakat," lanjut dia.
Sumber: Tribun Pontianak
| Kumpulan 50 Soal STS/UTS Matematika Kelas 7 Semester 1 Kurikulum Merdeka + Jawaban |
|
|---|
| PAI Kelas 8 Kurikulum Merdeka: Kunci Jawaban Rajin Berlatih Bab 2 Halaman 50-54 |
|
|---|
| Bahasa Indonesia Kelas 8 Kurikulum Merdeka Halaman 67: Rancangan Iklan dan Jawaban Soal |
|
|---|
| Bahasa Indonesia Kelas 8 Halaman 67 Kurikulum Merdeka: Kunci Jawaban Lengkap dan Jelas |
|
|---|
| Kumpulan 20 Soal PAS IPA Kelas 7 Semester 1 Beserta Kunci Jawaban |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/ilustrasi-guru-mengajar-di-kelas.jpg)