berita viral
Kisah Ferry, Juragan Bakso Asal Malang Rela Perbaiki Jalan Desa Pakai Uang Pribadi
Kisah Ferry, juragan bakso asal Malang, Jawa Timur yang rela memperbaiki jalan desa memakai uang pribadinya sendiri.
Editor: Putri Asti
"Masa? Sebentar, emang sapi makan martabak?" kata Pak Ribut di hadapan para siswa.
Beberapa siswa terdengar ada yang menjawab tidak dan iya.
Video tersebut kemudian viral dan menyorot perhatian para warganet.
Setelah video perdebatan sapi makan martabak bersama muridnya itu viral, Pak Ribut pun membuktikan ucapan siswanya.
Ia mendatangi kandang sapi milik tetangga siswa itu yang disebut-sebut memakan martabak.
Video kedatangannya pun diunggah pada Selasa (19/11/2024).
Ia mendatangi kandang sapi itu bersama siswanya yang belakangan diketahui bernama Desril.
Tidak datang dengan tangan hampa, Pak Ribut membawa satu kotak berisi martabak.
"Pak Ribut sekarang lagi ada di daerah rumahnya Desril," ucap Pak Ribut.
Ia pun menyodorkan martabak itu kepada Desril.
"Kalau sapi terbukti makan martabak, nanti Pak Ribut kasih hadiah," ujarnya.
Mereka pun mendatangi kediaman pemilik sapi yang bernama Pak Kamal.
Setelah sampai di kandang sapi, Pak Ribut pun langsung membuktikan ucapan murid tersebut.
Pak Kamal pun langsung memberikan martabak kepada dua sapi jantan jenis karapan tersebut.
Baca juga: Kisah Siswa SMA di Bekasi Jalan Kaki Jual Risol Demi Bayar SPP, Pilu Ada yang Utang Sampai Rp 1 Juta
Ternyata, ucapan Desril terbukti.
Sapi tersebut benar-benar memakan martabak.
Pak Ribut pun langsung tersenyum, begitu pula Desril yang terlihat bahagia ucapannya terbukti benar.
"Des, kamu pinter. Pak ribut yang salah," kata Pak Ribut.
Dia pun meminta maaf pada Desril karena sempat tidak percaya omongannya.
"Soalnya Pak Ribut tidak pernah tahu, mohon maaf ya," ucap Pak Ribut.
Akhirnya, Pak Ribut pun menepati janjinya untuk memberikan hadiah uang tunai sebesar Rp1 juta kepada Desril.
Lalu siapa sebenarnya Ribut Santoso lebih jauh?
Pak Ribut merupakan guru kelahiran Lumajang 10 April 1982 .
Saat ditemui di rumahnya di Desa Labruk Kidul Kecamatan Sumbersuko, tingkah lakunya tetap kocak seperti di sosial media.
Gaya bicaranya yang suka ceplas-ceplos, bikin siapa pun di dekatnya sering ketawa.
Tapi jangan salah, gara-gara pembawaan ini Ribut banyak disukai murid-murid kelas 2 di SDN Pagowan I Kecamatan Pasrujambe.
Sembilan belas tahun mengenyam profesi guru, Ribut sudah paham merebut hati murid-muridnya.
Terutama teknik mengajar agar anak-anak mudah memahami pelajaran.
Di dalam kelas Ribut sering membuat tebak-tebakan berhadiah uang.
Maklum saja, meskipun dia masih berstatus guru honorer tapi finansialnya tergolong cukup.
Dia punya penghasilan tambahan dari usaha persewaan kostum-kostum karnaval.
"Kalau saya gak masuk gitu ada saja siswa yang tanya lewat WhatsApp," ujar Ribut.
Baginya, menjadi guru di sekolah desa harus bisa menyelami karakter anak-anak. Karena biasanya anak desa lebih kocak dan gak bisa anteng. Pancingannya ya harus bisa menghibur.
"Pernah ada siswa ngerjain soal, apa tugas murid?, dijawab ngerasani tonggo (mengibah tetangga). Makannya saya selalu kalau nerangkan berusaha detail tapi pake bahasa yang gampang dimengerti," katanya.
Kata Ribut, terkadang tingkahnya yang kocak membuat siswa-siswinya ikut ceplas-ceplos. Suasana kelas lebih akrab dengan gelak tawa ketimbang tegang.
Sampai akhirnya, 7 bulan lalu dia memutuskan membagikan kegiatan di kelas ke media sosial.
Tak tanggung-tanggung postingannya terbaru ketika memberikan penjelasan ke murid-muridnya tentang perilaku seksualitas menyimpang, rupanya itu heboh di jagat maya. Saking viralnya dia menjadi sosok kontroversi.
"Kalau dipikir-pikir saya sudah bikin ribut sejak bayi," katanya seraya tertawa.
Tak hanya melulu sering bikin ulah, Ribut ternyata punya segudang prestasi. Utamanya dalam bidang seni.
Dia sering menjuarai kejuaraan tari tradisional. Saking jagonya, dia sempat ditarik menjadi seorang mentor membawahi ajang bergengsi yang diadakan salah satu bank BUMN di Jawa Timur.
"Saya itu pernah menjadi penari pengiring artis-artis. Seperti Nella Kharisma, Kirun CS, Iyeth Bustami," pungkas dia.
Baca juga: Kisah Istri di Malaysia Rawat Suami Lumpuh 6 Tahun, Setelah Sembuh Diceraikan: Semua Ada Maknanya
Viral Pak Ribut yang Lain
Sebenarnya Pak Ribut bukan kali ini saja pernah viral.
Sebelumnya Pak Ribut juga jadi perhatian netizen usai video mengajarnya yang lain juga telah viral di media sosial.
Dalam video lainnya tersebut, Ribut pernah viral karena berbincang dengan sejumlah siswanya membahas soal hubungan sesama jenis dalam hal ini laki-laki yang menyukai sesama lelaki setelah menyinggung hasil ujian para muridnya.
Dalam video yang diambil di dalam ruang kelas itu tampak Ribut membahas seputar pelajaran agama yang diujikan pada saat PTS.
Obrolan dimulai dari menyinggung nilai para siswa, kemudian membahas keberadaan kaum sodom yang menjadi materi soal agama.
"Ini soal agama yang PTS hari senin, siapa yang salah paling banyak?" kata Pak Ribut.
"April salah berapa? April, agama betul semua ? April PTS-nya betul semua, April pinter," katanya.
Kemudian, ia memberi pertanyaan kepada para murid-muridnya yang berada di sampingnya.
"Pak ribut mau tanya, ini kan ada soal. Nabi Luth Alaihisalam merupakan Rasul Allah yang diutus kepada kaum apa. Jawabannya apa?," tanya Pak Ribut.
"Kaum Sodom," jawab seorang muridnya yang bernama April.
"Kaum Sodom, itu betul, yang lainnya salah jawabanya," kata Pak Ribut.
Kalian tahu nggak, Kaum Sodom itu apa? Kemarin kan diterangkan sama bu Ita?
"Yang itu pak, laki-laki suka sama laki-laki," jawab April.
"Itu april betul, kaum sodom itu laki-laki suka sama laki. Kalau Perempuan suka sesama perempuan itu namanya lesbi, kalau kaum sodom itu lelaki suka lelaki contohnya di tv banyak, contohnya seperti apa," ucap Ribut dalam video.
"Contohnya Pak Ribut," cletuk April.
Pak Ribut pun langsung membantah hal itu dan menegaskan bahwa dirinya normal, masih suka lawan jenis.
"Saya itu suka perempuan bukan suka sama laki-laki, April kalau ngomong hati-hati," ucapnya mengingatkan anak didiknya.
Diolah dari artikel TribunJateng.com dan Bangkapos.com.
Sumber: Tribun Jateng
| Ketegangan Memuncak! Iran Kembali Gembok Selat Hormuz, Tuding Amerika Khianati Perjanjian |
|
|---|
| Feri Amsari dan Ubedilah Badrun Dilaporkan ke Polisi, Menteri HAM: Hak Konstitusi Bukan Kriminal |
|
|---|
| Kronologi TNI Gadungan di Sumedang Gondol 250 Kg Telur Total Rp7,2 Juta, Modus Istri Kerja di Bank |
|
|---|
| Amankan Stok Nasional, Malaysia Ikuti Jejak Indonesia Bidik Minyak Rusia: Hubungan Kita Baik! |
|
|---|
| Kronologi Viral Aksi Tak Terpuji 9 Siswa SMAN 1 Purwakarta, Bermula Praktik Pengolahan Makanan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/Kisah-juragan-bakso-bangun-jalan-desa-pakai-uang-sendiri.jpg)