Breaking News:

Berita Viral

Firasat? Bocah SD Hilang Akibat Banjir Lahar Dingin Gunung Marapi Sumbar Sempat Berpuisi: Berdebar

Inilah puisi karya Rafa Januarta Putra, korban hilang akibat banjir bandang lahar dingin Gunung Marapi. Puisi tersebut bak firasat mengenai musibah.

YouTube Tribunnews
Inilah puisi karya Rafa Januarta Putra, korban hilang akibat banjir bandang lahar dingin Gunung Marapi. Puisi tersebut bak firasat mengenai musibah. 

TRIBUNSTYLE.COM - Inilah sosok Rafa Januarta Putra, murid SDN 24 Limo Kaum, Balai Labuah Bawah, Kecamatan Lima Kaum, Kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat.

Ia menjadi korban banjir bandang lahar dingin Gunung Marapi pada 11 Mei 2024 dan hingga kini belum juga ditemukan.

Sebelum musibah itu terjadi, Rafa Januarta Putra ternyata sempat membuat puisi tentang banjir bandang.

Hutan Pelindung ku

Setiap musim hujan tiba
Ini hatiku berdebar-debar
Takut ada yang datang bencana
Ke desaku walau sebentar

Kini banjir bandang menerjang
Karena telah hilang hutan
Pohon-pohon banyak ditebang
Hujan mencurah banjir pun datang

Ya, entah kebetulan atau sebuah pertanda, puisi di atas merupakan puisi karya Rafa Januarta Putra, seorang murid kelas 6 SDN 24 Limo Kaum, Balai Labuah Bawah, Kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat.

Puisi yang merupakan tugas sekolah tersebut dibuat tiga hari sebelum bencana galodo menerjang kawasan tersebut.

Rafa Januarta Putra, murid Kelas 6 SDN 24 Kecamatan Limo Kaum, Kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat yang menjadi Korban Banjir Bandang Galodo Sumbar
Rafa Januarta Putra, murid Kelas 6 SDN 24 Kecamatan Limo Kaum, Kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat yang menjadi Korban Banjir Bandang Galodo Sumbar (TribunPekanbaru.com)

Baca juga: Detik-detik Banjir Bandang di Simalungun, 2 Rumah Hanyut ke Danau Toba, Nisan Kuburan Juga Amblas

Rafa pun menjadi satu dari 13 korban yang hingga Jumat (17/4/2024) sore belum ditemukan.

Hal ini disampaikan seorang warga setempat, Efriadi, ia merupakan ayah Adini, teman sekelas Rafa.

"Setiap murid di kelasnya saat itu diberi tugas membuat puisi tentang lingkungan, itulah karya yang dibuat Rafa," ujarnya

Diceritakan Efriadi, Rafa dan keluarganya tinggal di Jalan Terminal Dabok, Balai Labuah Bawah, Nagari Limo Kaum, Kecamatan Limo Kaum, Kabupaten Tanah Datar.

Saat bencana banjir bandang lahar dingin Gunung Marapi terjadi, rumah Rafa terkena material yang dibawa derasnya banjir hingga dindingnya jebol.

Rafa pun terbawa arus, begitu juga dengan ibunya Elfiana dan kakaknya Fauziah yang hingga kini juga masih belum ditemukan.

"Saat kejadian mereka berempat di dalam rumah, Bapaknya, Zainal selamat, sekarang sedang dirawat di rumah sakit, kalau abangnya yang paling tua si Farhan saat itu sedang di rumah saudaranya," katanya.

Puisi karya Rafa Januarta Putra
Puisi karya Rafa Januarta Putra (TribunPekanbaru.com/Theo Rizky)

Baca juga: HEROIK Penyalamatan Nekat Seorang Pemuda Tolong Pengunjung Terseret Banjir Bandang di Sembahe

Halaman 1/2
Tags:
Rafa Januarta Putrabanjir bandanglahar dinginGunung MarapipuisiTanah DatarSumatera Barat
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved