Breaking News:

Full Senyum! Kisah TKI di Jepang, Kerja Cuma Potong Rumput Sehari Digaji Rp987 Ribu

Kisah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Jepang, digaji Rp 987 ribu sehari hanya disuruh memotong rumput di kebun.

Editor: Putri Asti
IST
Kisah TKI bekerja di Jepang, digaji Rp 987 ribu sehari hanya disuruh memotong rumput di kebun. 

TRIBUNSTYLE.COM - Kisah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Jepang, digaji Rp 987 ribu sehari hanya disuruh memotong rumput di kebun.

Nasib mujur dirasakan seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang kini bekerja di Jepang.

Bayangkan saja, untuk sehari bekerja memotong rumput di kebun, ia digaji Rp 987 ribu.

Nominal yang cukup fantastis untuk pekerjaan sebagai tukang kebun.

Berikut cerita lengkapnya!

isah TKI di Jepang, jadi Tukang Kebun Sehari Digaji Rp987 ribu
isah TKI di Jepang, jadi Tukang Kebun Sehari Digaji Rp987 ribu

Padahal cuma membersihkan rumput di kebun, seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Jepang malah dapat gaji yang cukup fantastis.

Yakni Rp 987 ribu per hari.

Baca juga: Kisah Mantan TKI Diamuk Anak di Nunukan, Nyawa Nyaris Melayang, Baju Dibakar Gegara Tak Kasih Uang

Hal ini diungkapkan seorang TKI bernama Rofi melalui akun tiktok pribadinya, @ynr_japan_12.

Rofi mengungkap besaran upah yang diterima untuk sehari membersihkan rumput di kebun.

Hal itu dikerjakan Rofi ketika ia libur di perusahaan tempatnya bekerja.

Ia pun menerima tawaran kerja harian.

"Ada yang nyuruh bersihin rumput di temannya bos, waktunya dari pagi-pagi sampai sore," ujarnya.

"Kita spill ya berapa besaran gaji untuk bersihin rumput di Jepang," sambungnya.

Upah yang diterimanya sebesar Rp9.600 Yen atau Rp987.840 untuk kurs Rp102,90.

Ilustrasi TKI jadi tukang kebun sehari digaji Rp 987 ribu
Ilustrasi TKI jadi tukang kebun sehari digaji Rp 987 ribu (freepik.com)

Sebuah nominal fantastis bagi TKI yang diupah secara harian jika dibandingkan dengan bekerja di Indonesia.

Di kasus lain, seorang TKW asal Ponorogo, Jawa Timur, mendapat gaji Rp 100 juta per bulan hanya untuk bersih-bersih rumah.

TKW tersebut bernama Tati Wuryanti atau akrab disapa Eva.

Eva adalah Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang pendidikannya hanya lulusan SD.

Ia bekerja sebagai tukang bersih-bersih rumah di Amerika Serikat.

Meski kerjaan berat membersihkan rumah-rumah di Amerika Serikat, Eva bisa mendapat gaji yang terbilang cukup fantastis.

Dikutip dari tayangan di kanal YouTube VOA Indonesia, Eva mengaku bisa mengantongi Rp 100 juta sebulan.

Eva diketahui sudah lebih dari 10 tahun bekerja di Amerika Serikat.

Selama itu, Eva bekerja menjadi tukang bersih-bersih panggilan dari rumah ke rumah.

Eva sendiri telah memiliki 14 pelanggan tetap.

Baca juga: KISAH Haru TKI Asal Banyuwangi Akhirnya Bertemu Keluarga Setelah 15 Tahun Hilang Kontak di Malaysia

Tak ayal, tentunya ini karena Eva merupakan seorang pekerja keras yang setia.

Tiap harinya, Eva bisa membersihkan 2-3 rumah.

Ia bahkan mengendarai mobil untuk bekerja dari rumah ke rumah.

Eva menghabiskan waktu 5-6 jam dalam sehari untuk membersihkan rumah besar.

Sementara untuk rumah minimalis ia butuh waktu sekitar empat jam.

"Jadi rolling, gantian. Misalkan hari Senin pagi aku di sini, nanti sorenya di sana."

"Selasa pagi di sini, nanti Selasa sorenya orang lain lagi, gitu," ujar Eva dalam videonya.

Karena pelanggannya banyak, Eva bisa bekerja sampai tujuh hari dalam seminggu, tanpa libur.

"Bekerja keras, insyaallah hasilnya memuaskan, tapi ya capek."

"Badan tuh udah sakit semuanya sebetulnya, tapi ya dengan senang hati aja aku," tutur Eva.

Eva pun mendapat penghasilan yang layak dari pekerjaannya tersebut.

Selain itu, mantan majikan dan pelanggan Eva juga muncul dalam video.

Tak seperti hubungan dengan bos dan bawahan, pasutri Amerika Serikat tersebut justru lebih menganggap Eva sebagai saudara.

Baca juga: Kisah TKI Purwokerto, 10 Tahun Merantau, Berhasil Sekolahkan Anak Jadi Jaksa: Sekarang Nggak Minder

"Saya sayang Eva, dia sudah seperti saudara sendiri."

"Kami saling menghormati dan menganggapnya seperti keluarga, tidak seperti bos dengan karyawannya," ujar pasangan Amerika Serikat yang pernah memakai jasa Eva.

Eva pun mengiyakan pernyataan pasutri tersebut dan merasa diperlakukan dengan baik selama bekerja di sana.

"Pokoknya di sini semuanya itu sama. Enggak ada rasa diperlakukan seperti pembantu," pungkas Eva.

Kisah Lainnya - Kisah Puput Nivala, Wanita Trenggalek Tinggal di Finlandia, Korupsi Rendah, Pengangguran Digaji!

Nikmatnya hidup di Finlandia dirasakan langsung oleh Puput Nivala.

Wanita asal Trenggalek, Jawa Timur tersebut sudah 8 tahun tinggal di Finlandia bersama sang suami bule.

Puput Nivala takjub dengan sistem perpajakan yang dimiliki Finlandia, pasalnya orang menganggur saja digaji.

Baca juga: Ngobrol dengan Tukang Sampah di Denmark, Jerhemy Owen Syok Tahu Gaji Mereka, Hampir Rp 1 M per Tahun

Ya, kisah cinta seorang wanita asal Trenggalek, Jawa Timur yang dinikahi pria asal Finlandia viral di media sosial.

Wanita itu diketahui bernama Puput Nivala.

Puput Nivala curhat bahwa dirinya bahagia hidup bersama suami bulenya itu di Finlandia.

Curhatannya itu dibagikan melalui chanel YouTube Chimy in Finlandia.

Selain itu, Puput Nivala pun mengungkap bagaimana tabiat orang kaya dan miskin di negara yang terkenal makmur tersebut.

Ia mengaku sudah hafal gaya hidup orang Finlandia, bagaimana tidak Puput sudah 8 tahun tinggal di sana.

Di sisi lain, ia juga takjub dengan sistem perpajakan yang dimiliki oleh Finlandia.

Pasalnya uang pajak yang dibayarkan oleh rakyat pada negara dipakai untuk memberikan berbagai fasilitas hingga tunjangan untuk rakyat.

Baca juga: KISAH Wanita Indonesia Bikin Bule Jerman Tergila-gila, Dikirimi 365 Surat Cinta, Serius Temui Ortu

Kisah cinta seorang wanita asal Trenggalek, Jawa Timur yang dinikahi pria asal Finlandia viral di media sosial.
Kisah cinta seorang wanita asal Trenggalek, Jawa Timur yang dinikahi pria asal Finlandia viral di media sosial. (YouTube Chimy in Finlandia)

Puput merasa warga Finlandia taat dan ikhlas membayar pajak negara karena mengerti bahwa uang pajak itu akan kembali bisa dirasakan oleh rakyat.

Bahkan, pengangguran pun ikut mendapatkan tunjangan dari negara.

Uang yang mencapai belasan juta itu pun diberikan cuma-cuma oleh negara untuk menunjang hidup rakyatnya meski pengangguran.

Puput mengaku sangat bahagia bisa hidup di Finlandia karena merasakan banyak privilege untuknya.

Ia bisa menikmati banyak fasilitas umut dengan gratis dan cuma-cuma.

Ia juga tak jarang melihat banyak orang yang pergi ke hutan dan bisa memancaing tanpa dipungut biaya.

"Masuk ke hutan di sini gratis dan menjadi salah satu kebahagiaan orang sini." jelasnya, dikutip dari YouTube Chimy in Finlandia, Rabu (17/1/2024).

"Saat musim dingin, orang senang memancing karena tidak dipungut biaya." lanjutnya.

"Orang juga bisa main ski dan ice skating di sini," ungkap wanita yang kerap disapa Chimy.

Baca juga: Sosok Desainer Ini Ternyata Istri Artis, Memesona dengan Gaya Vintage, Pilih Tinggal di Singapura

Puput mengaku sangat bahagia bisa hidup di Finlandia karena merasakan banyak privilege
Puput mengaku sangat bahagia bisa hidup di Finlandia karena merasakan banyak privilege (YouTube Chimy in Finlandia)

Tak hanya itu, Puput menceritakan bahwa di Finlandia ada fasilitas sauna yang orang-orang bisa menikmatinya dengan harga sekitar 7 euro.

"Di Finlandia ada 1,5 juta sauna. Jadi orang manapun punya sauna, mau kaya atau miskin." jelasnya.

"Sauna untuk umum juga tidak mahal, harganya sekitar 7 euro (Rp 115 ribu) per jam," ujar Puput Nivala.

Kehebatan penduduk Finlandia adalah orang-orang dari umur sekitar siswa SD sudah bisa berenang hingga diajarkan banyak hal.

"Ada area untuk lari dan loncat ke danau. Kebanyakan orang Finlandia suka berenang dan bisa berenang." ujarnya.

"Pelajaran berenang itu sudah ada sejak masih SD." lanjutnya.

"Kemudian anak-anak juga diajarkan ski dan ice skating," jelasnya.

Selain itu, para pengangguran pun diberi tunjangan yang tidak main-main.

Namun mereka juga harus mengikuti semacam pelatihan dari pemerintah setempat.

Puput Nivala beber privilege tinggal di Finlandia
Puput Nivala beber privilege tinggal di Finlandia (Instagram @puputnivala)

"Mereka tetap harus aktif melamar kerja atau mengikuti semacam training dari pemerintah," paparnya.

"Uang segitu mungkin terdengar besar, namun sebenarnya sangat pas-pasan," ujarnya.

"Makanya orang Finlandia justru malu kalau mereka mengajukan tunjangan pengangguran," jelasnya.

Menurutnya, pemerintah benar-benar memberikan perhatian pada warganya,

"Seperti kemarin aku ikut kursus dari pemerintah, lalu aku bisa bekerja," ujarnya.

"Gaji yang beneran jauh lebih banyak daripada tunjangan pengangguran," imbuhnya.

Angka korupsi yang ada di Finlandia pun sangatlah kecil hingga uang pajak pun bisa tepat sasaran.

Dengan demikian, masyarakat bisa menikmatinya.

"Di sini angka korupsinya juga kecil. Meskipun sebesar apapun pajaknya, akan dikembalikan lagi ke masyarakat," jelasnya.

Puput Nivala bersama suami bulenya tinggal di Finlandia
Puput Nivala bersama suami bulenya tinggal di Finlandia (Instagram @puputnivala)

"Jadi kalau untuk tunjangan seperti ini, masyarakatnya ikhlas. Kita percaya bahwa pajaknya digunakan dengan benar," terangnya.

Di sana banyak orang kaya pun membeli baju bekas tanpa memilih merk-merk yang terkenal seperti biasanya.

"Orang tidak menilai orang lain dari luarnya saja. Tidak kelihatan antara si kaya dan miskin," ujarnya.

"Di sini baju branded juga tidak selalu baru. Banyak orang kaya dan miskin yang beli baju di tempat jual baju bekas," ungkap Chimy," paparnya.

Menurutnya, mencari pekerjaan di Finlandia tidaklah harus memiliki syarat yang rumit seperti di Indonesia.

Di Finlandia, skill adalah yang utama tanpa harus memandang gender atau usia.

"Baik lelaki atau perempuan tidak terlalu dipermasalahkan," ujarnya.

"Kalau kita melamar kerja kan di biasanya ada yang mencantumkan syarat gender, nah kalau di sini tidak perlu seperti itu," jelasnya.

"Juga enggak ada batasan umur, jadi kita ada banyak kesempatan melamar kerja," pungkasnya.

Diolah dari artikel Surya.co.id dan TribunJabar.id

Sumber: Surya
Tags:
TKIJepangberita viral hari ini
Berita Terkait
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved