Breaking News:

Berita Viral

Status Heri, Sopir Bus Primajasa yang Kecelakaan di Tol Cikampek, Sempat Minta Kuota: De, Maaf

Heri, sopir bus Primajasa telah pulang setelah sempat dimintai keterangan di Polres Karawang. Ia kini berstatus sebagai saksi.

Tayang:
YouTube Tribun Sumsel
Heri, sopir bus Primajasa pulang setelah sempat dimintai keterangan di Polres Karawang. Ia kini berstatus sebagai saksi. 

TRIBUNSTYLE.COM - Penyelidikan terkait kasus kecelakaan maut di Tol Cikampek terus dilakukan.

Heri, sopir bus Primajasa kini telah pulang setelah sempat dimintai keterangan di Polres Karawang

Polisi menyebut hingga saat ini status Heri adalah saksi.

Y, Polres Karawang menyebut Heri, sopir Bus Primajasa yang terlibat kecelakaan maut di KM 58 Tol Jakarta-Cikampek, Karawang, Jawa Barat telah pulang.

Heri pulang setelah dimintai keterangan oleh polisi.

“Sudah pulang kang, bukan dipulangkan tepatnya,” ujar Kasi Humas Polres Karawang Ipda Kusmayadi saat dikonfirmasi, Selasa (9/4/2024).

Menurut Kusmayadi, Heri hanya dimintai keterangan dan masih berstatus sebagai saksi dalam kasus kecelakaan yang menewaskan 12 korban.

Atas dasar itu, tidak dilakukan penahanan terhadap Heri, selaku sopir bus yang terlibat kecelakaan dengan dua minimbus di ruas tol Jakarta-Cikampek.

“Karena tidak dilakukan penahanan kemarin juga, melainkan hanya dimintai keterangan sebagai saksi,” kata Kusmayadi.

Polres Karawang memastikan sopir bus Primajasa, Heri (kiri), yang terlibat kecelakaan Tol Jakarta-Cikampek, hanya diperiksa sebagai saksi.
Polres Karawang memastikan sopir bus Primajasa, Heri (kiri), yang terlibat kecelakaan Tol Jakarta-Cikampek, hanya diperiksa sebagai saksi. (Kolase Tribunnews.com)

Komunikasi Sopir dengan Anak

Heri sempat komunikasi dengan anak.

Adalah Mahardika Utama menceritakannya di media sosial Facebook.

Ia bercerita bahwa sopir yang sudah terlihat sepuh itu memberikan secarik kertas berisi nomor telepon.

"Tolong bapa isiin data ke nomor ini sekarang," ujarnya lirih kepadanya.

Ternyata, itu nomor ponsel Heri.

Mahardika, mencoba membantu Heri semampunya.

Pasalnya, jurnalis TV tersebut harus menyiarkan informasi pascakecelakaan tersebut.

"Di tengah hiruk pikuk breaking news, saya berusaha bantu pak Heri sebisanya. Enggak lama kemudian Pak Heri keluar dari ambulans sambil buru-buru menghubungi seseorang di ujung telepon," ceritanya.

Baca juga: Mencekam! Rekaman Dashcam Ungkap Kecelakaan di Tol Cikampek Km 58, Elf dan Innova Lolos dari Maut

Detik-detik kecelakaan maut di Km 58 tol Jakarta-Cikampek, Karawang, Jawa Barat
Detik-detik kecelakaan maut di Km 58 tol Jakarta-Cikampek, Karawang, Jawa Barat (TribunnewsBogor.com)

Ia sepertinya menghubungi anggota keluarga memberitahukan mengenai peristiwa kecelakaan yang menimpanya.

"De, hampura (maaf) Bapak ditahan di Polres Karawang. Kasih tahu mamah," katanya dengan suara bergetar.

Lebih lanjut, Heri juga memberikan kesaksiannya terkait kecelakaan mengerikan itu.

Saat itu, dia sedang mengemudikan bus dari arah Bandung menuju Jakarta.

Kala itu, jalan yang dilaluinya sedang dilakukan contra flow dua lajur yang digunakan pemudik dari arah Jakarta menuju timur.

"Tiba-tiba Gran Max itu nyebrang ke saya. Nyelonong. Saya coba menghindari ke kiri," katanya pada Senin (8/4/2024).

Namun, meski sudah menghindar, kecelakaan pun tak terhindarkan.

Bus tersebut terlibat kecelakaan adu banteng dengan mobil Gran Max.

Selain beradu banteng, kata Heri, bus yang dikendarainya juga ditabrak oleh mobil Terios di bodi belakang bagian kiri.

Beruntung, kejadian itu tak melukai Heri.

Akan tetapi, sang kernet bus mengalami luka-luka lantaran terjepit di bodi bus yang ringsek.

Semua Penumpang Gran Max Tewas

Diberitakan sebelumnya, kecelakaan maut itu terjadi di Tol Jakarta-Cikampek Km 58, Karawang, Jawa Barat, Senin (8/4/2024) pagi pukul 07.04 WIB.

Kecelakaan yang melibatkan bus, mobil Terios dan Granmax tersebut mengakibatkan kendaraan yang terlibat terbakar dan mengakibatkan 12 korban jiwa.

Kecelakaan diduga bermula saat sebuah mobil pribadi yang melaju dari arah Jakarta ke arah timur melalui jalur contraflow di Tol Cikampek Km 58.

Sopir mobil Granmax diduga mengantuk hingga akhirnya oleng dan menabrak bus dari arah yang berlawanan.

Kemudian, datang mobil lainnya yang mencoba menghindar, tetapi menabrak Granmax yang sebelumnya menabrak bus.

Kedua mobil tersebut pun bertabrakan dan terbakar. Polisi menyampaikan, pihaknya masih menyelidiki penyebab kecelakaan di Tol Cikampek. Selain korban meninggal dunia, ada satu kernet bus mengalami luka berat dan satu korban yang mengalami luka ringan.

Artikel diolah dari Tribunnews.com

Sumber: Tribunnews.com
Tags:
kecelakaanTol CikampekPrimajasa
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved