Breaking News:

Berita Viral

'Aa Mau Jemput Mama & Bapak di Surga' Hafiz Yatim Piatu Terjun dari Lantai 3 Ponpes, Hatinya Galau

Hafiz yatim piatu menjatuhkan dirinya dari lantai 3 gedung pondok pesantrennya, ingin jemput orangtua yang di surga.

Pexels
Hafiz yatim piatu menjatuhkan dirinya dari lantai 3 gedung pondok pesantrennya, ingin jemput orangtua yang di surga. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Malang nasib dari seorang santri pondok pesantren yang ada di Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Nampaknya, anak yang masih berusia 16 tahun ini sedang mengalami pergolakan batinnya sendiri.

Dia menjatuhkan diri dari lantai 3 pondok pesantren.

Beruntung, nyawanya masih tertolong dan saat itu segera dilarikan IGD rumah sakit terdekat.

Kejadian menyedihkan itu terjadi pada Minggu (24/3/2024).

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto, segera menyoroti kasus tersebut setelah pihaknya mendapat laporan dari masyarakat.

“Anak ini merupakan seorang hafiz yatim piatu, usianya baru 16 tahun.

Diduga ada pergulatan batin ya, tapi ini masih dugaan, karena saat hari libur beberapa waktu lalu,

santri lain dijemput orang tuanya, anak ini tidak ada yang jemput karena yatim piatu,” ucap Ato kepada TribunPriangan.com melalui sambungan telepon pada Selasa (26/3/2024).

Baca juga: 5 Fakta Kasus Termiris & Janggal Santri Meninggal di Tebo: Hotman Turun Tangan, 47 Saksi Diperiksa

Saat ini kondisi santri tersebut belum sadarkan diri dan masih menjalani perawatan.

“Saat ini masih belum sadarkan diri, masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Sudah datang juga pihak keluarganya, mereka akan fokus terhadap pemulihan korban,” ujarnya.

Ato juga mengungkapkan bahwa sore nanti pihaknya akan bertemu dengan pimpinan pondok pesantren tersebut.

“Untuk masalah ini kan ada keterlibatan perihal anak-anak ya, jadi memang kami juga perlu kehati-hatian, mulai dari investigasinya hingga penyampaian informasinya,” kata Ato.

Secara terpisah, Kasatreskrim Polres Tasikmalaya, AKP Ridwan Budiarta, mengatakan, tak lama setelah peristiwa tersebut terjadi, santri hafiz tersebut sempat meracau saat dilarikan ke IGD rumah sakit.

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/2
Tags:
pondok pesantrenTasikmalayaJawa Barat
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved