Breaking News:

Tips dan Trik

7 Cara Cepat Mengenali Faktor Perselingkuhan, Hati-hati dengan Teman Sendiri, Bisa Jadi Madumu!

Tujuh cara cepat mengenali faktor orang berselingkuh, hati-hati jika berkencan dengan mengajak temanmu, bisa jadi peluang terjadinya perselingkuhan!

Editor: Tim TribunStyle
YouTube Romy Rafael Mind
Tujuh cara cepat mengenali faktor orang berselingkuh, hati-hati jika berkencan dengan mengajak temanmu, bisa jadi peluang terjadinya perselingkuhan! 

TRIBUNSTYLE.COM - Tujuh cara cepat mengenali faktor orang berselingkuh, hati-hati jika berkencan dengan mengajak temanmu, bisa jadi peluang terjadinya perselingkuhan.

Perselingkuhan dalam hubungan terkadang berjalan mulus karena tidak ketahuan oleh pasangan.

Namun tidak jarang juga ditemui penyebab pasangan yang berselingkuh karena adanya kesempatan atau peluang, seperti mengajak teman saat akan pergi berkencan.

Mengetahui pasangan berselingkuh bisa menjadi pengalaman yang sangat emosional dan menghancurkan. Seseorang akan merasa terluka, marah, sedih, atau bahkan sakit secara fisik.

Kemudian muncul pertanyaan, mengapa pasangan memilih untuk selingkuh?

Mengutip Healthline, sebuah penelitian 2017 dalam The Journal of Sex Research melakukan survei kepada 495 orang yang pernah berselingkuh.

Studi ini mengidentifikasi delapan faktor pendorong utama yang berkontribusi terhadap perselingkuhan. Lalu apa saja penyebab seseorang berselingkuh?

1. Kemarahan atau balas dendam

Cewek Marah
 (worldobserveronline.com)

Orang terkadang berselingkuh karena marah atau ingin membalas dendam.

Biasanya saat mengetahui pasang selingkuh seseorang ingin membuat pasangannya juga mengalami emosi yang sama agar mereka bisa memahami rasa sakitnya.

Pemikiran inilah yang mendorong seseorang berselingkuh.

Perselingkuhan yang dimotivasi oleh kemarahan dapat terjadi karena alasan selain balas dendam, seperti:

  • Frustrasi dalam suatu hubungan ketika pasangan tampaknya tidak memahami atau kebutuhan kita
  • Kemarahan pada pasangan yang jarang berada di sekitar
  • Kemarahan ketika pasangan tidak memiliki banyak hal untuk diberikan, secara fisik atau emosional
  • Kemarahan atau frustrasi setelah bertengkar

2. Tidak lagi merasakan cinta yang romantis pada seseorang

Ilustrasi
Ilustrasi (circleofloveandlife.com)

Perasaan euforia dan kegembiraan yang biasanya terjadi saat jatuh cinta pada seseorang umumnya tidak berlangsung selamanya.

Saat pertama kali jatuh cinta pada seseorang, kita mungkin akan merasakan gairah, kegembiraan, dan aliran dopamin yang meluap-luap hanya karena menerima pesan singkat darinya.

Namun, intensitas perasaan ini biasanya memudar seiring berjalannya waktu.

Fase awal hubungan, termasuk kencan pertama, seringkali dipenuhi dengan perasaan yang intens dan euforia. Namun, seiring berjalannya waktu, kilauan ini bisa memudar.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Tags:
cara cepatselingkuhhati-hatiMakan Teman
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved