5 Kasus Panita Pemilu 2024 Termiris, Sakit Jiwa-Kena Bacok, 90 KPPS & 30 Pengawas Pemilu Meninggal
Simak 5 kisah termiris Panitia Pemilu 2024: Total 90 KPPS dan 30 Pengawas Pemilu meninggal, ada juga yang sakit jiwa.
Penulis: Dhimas Yanuar Nur Rochmat
Editor: Dhimas Yanuar
TRIBUNSTYLE.COM - Nasib miris ternyata tak cuma dirasakan para caleg yang gagal di Pemilu 2024.
Pemilu 2024 telah selesai dilaksanakan, penghitungan data suara real count juga sudah dipapar KPU.
Di balik keriuhan Pemilu 2024, beragam kejadian miris terjadi setelah pelaksanaan pemilihan umum.
Hingga kini banyak kisah miris muncul dari warga yang menjadi anggota KPPS dan Pengawas Pemilu 2024.
Banyak di antaranya meninggal karena kelelahan hingga bahkan ada yang sampai sakit jiwa.
Bahkan ada juga kisah miris di mana anggota KPPS juga menerima perilaku penganiayaan.
Kisah-kisah ini begitu miris ketika dibaca dan didengar, sampai-sampai merenggut nyawa orang.
Hal ini ternyata juga terjadi saat di Pemilu sebelumnya yang juga ternyata merenggut nyawa KPPS dan Pengawas Pemilu.
Simak kumpulan 5 kisah termiris caleg gagal lolos Pemilu 2024:
1. 30 Pengawas Pemilu meninggal
Dilansir dari Tribunnews, berdasarkan informasi yang diterima oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, sekitar 30 petugas pengawas Pemilu 2024 meninggal dunia saat menjalankan tugas.
"Sampai pekan ini ada penambahan sekitar dua atau tiga, berarti sekitar 30 orang (petugas yang meninggal)," kata Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja di kawasan Jakarta Pusat, Senin (26/2/2024).
Bagja menjelaskan, petugas yang meninggal itu terdiri dark Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS), Panitia Panwaslu Kelurahan/Desa (PKD), dan Panwaslu Kecamatan (Panwascam).
Mereka meninggal karena kelelahan saat menjalankan tugas. Faktor penyebab petugas kelelahan itu bakal jadi bahan evaluasi untuk gelaran pemilu selanjutnya.
Bagja menambahkan, pemerintah saat ini sedang menyalurkan dana santunan kepada keluarga dari petugas yang meninggal dunia. Sebagian sudah tuntas disalurkan, sisanya masih dalam proses administrasi.
Sumber: TribunStyle.com
| Gaji dari Rp33 Juta ke Rp8 Juta, Bursok Anthony Surati Prabowo: Siapa Tanggung Jawab Cicilan Saya? |
|
|---|
| Festival Candi Kembar Kembali Digelar di Klaten, Usung Tagline Warisan Lestari Pelindung Generasi |
|
|---|
| Menanti Hilal di 88 Titik Nusantara, Kemenag Gelar Sidang Isbat Penentuan Idul Adha 2026 Pada 17 Mei |
|
|---|
| Jadwal Program Dokter Spesialis Keliling di Klaten untuk Periode Mei 2026, Catat Tanggal & Tempatnya |
|
|---|
| Alasan Sopir Bus Halmahera yang Sempat Kabur Akhirnya Muncul: Wajahnya Berdarah, Lari Karena Panik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/5-kisah-termiris-Panitia-Pemilu-2024-Total-90-KPPS-dan-30-Pengawas.jpg)