Berita Viral
Hidup Terampas Akibat Long Covid-19, Wanita Ini Ajukan Euthenasia, Tabungan Habis Bayar Pengobatan
Tracey Thompson telah menghabiskan sekitar 22 jam setiap hari terbaring di tempat tidur sejak tertular virus corona pada 2020 lalu.
Editor: Amirul Muttaqin
TRIBUNSTYLE.COM - Kisah pilu wanita yang terkena long Covid-19.
Merasa hidupnya terampas, dia kesulitan beraktivitas karena kondisinya dan kehabisan uang karena harus membayar biaya pengobatan.
Segala kesulitan itu membuatnya memutuskan untuk mengajukan Euthanasia.
Seperti apa kisah lengkapnya?
Baca juga: Indonesia Waspada Covid-19 Part 2, Kasus di Malaysia & Singapura Naik, Diimbau Pakai Masker Lagi
Setelah lama berjuang melawan gejala long Covid-19, seorang perempuan asal Toronto, Kanada, Tracey Thompson (55) membuat keputusan yang mengejutkan.
Menurut sebuah laporan, Thompson merasa bahwa hidupnya terampas akibat long Covid-19.
Dia tak lagi bisa bangun dari tempat tidur, apalagi untuk beraktivitas. Maka dari itu, ia membuat keputusan untuk melakukan bunuh diri dengan bantuan.
Seperti diberitakan DailyMail pada Kamis (14/12/2023), Tracey Thompson mengajukan permohonan untuk program Euthanasia resmi di negara tersebut usai merasa hidupnya tak akan membaik.
"Harapan hidup saya dengan penyakit ini hampir tidak ada. Jadi ini bukan kehidupan yang baik," katanya.
"Saya tidak bisa melakukan apa pun. Ini sangat membosankan. Long Covid-19 sangat mengisolasi saya," imbuh dia.
Ia sendiri telah menghabiskan sekitar 22 jam setiap hari dengan susah payah terbaring di tempat tidur sejak tertular virus corona baru yang pertama kali menyebar ke seluruh dunia pada 2020 lalu.
Selain menderita serangkaian gejala yang membuatnya tidak bisa memasak sendiri atau bahkan membaca, Thompson hidup dari sisa uang sejak kehilangan pekerjaannya setelah tertular Covid.
Dengan harapan hidup yang kecil dan akan segera kehabisan uangnya, Thompson pada Desember 2022 mengajukan permohonan kepada Canada's Medical Assistance in Dying (MAID).
Itu adalah program yang memungkinkan penduduk Kanada untuk mengakhiri hidup mereka jika mengalami penyakit yang tidak dapat disembuhkan.
MAID pertama kali disahkan pada 2016 untuk pasien penyakit stadium akhir, namun kemudian diperluas hanya satu tahun setelah Thompson jatuh sakit.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/ilustrasi-merawat-pasien-corona-dengan-isolasi-mandiri-di-rumah.jpg)