Breaking News:

Berita Viral

Semakin Anjlok, Starbucks Merugi Rp 170 Triliun, Karyawan Banyak yang Mogok hingga Boikot Israel

Sepertinya pemboikotan tersebut berhasil, dalam laporan terbaru Starbucks disebut merugi sekitar $11 miliar (Rp 170,7 Triliun).

Editor: Dhimas Yanuar
mirror.co.uk
Dalam laporan terbaru, Starbucks disebut merugi sekitar $11 miliar (Rp 170,7 Triliun). 

TRIBUNSTYLE.COM - Boikot menjadi salah satu cara untuk banyak warga dunia untuk memprotes kejahatan Israel di Gaza.

Sepertinya pemboikotan tersebut berhasil, dalam laporan terbaru Starbucks disebut merugi sekitar $11 miliar (Rp 170,7 Triliun).

Tak hanya boikot, retail kedai kopi Starbucks mengalami pemogokan karyawan yang dilakukan oleh serikat pekerja.

Kedai kopi Starbucks yang telah tutup di Moskow, Rusia, Kamis (10/3/2022).
Kedai kopi Starbucks yang telah tutup di Moskow, Rusia, Kamis (10/3/2022). (AFP)

Saham Starbucks telah jatuh sekitar 9 persen sejak pertengahan November. Starbucks mendapati dirinya dalam kesulitan.

Setelah sebuah tweet dari serikat pekerja kelompok tersebut menyatakan solidaritas terhadap Palestina.

Sehari setelah Starbucks menggugat serikat pekerjanya karena mendukung Palestina, kampanye meningkat di platform media sosial yang menyerukan boikot terhadap jaringan kopi populer Amerika tersebut.

Jaringan ini memiliki lebih dari 35,860 cabang di seluruh dunia, termasuk cabang-cabdang yang ada di Amerika Serikat.

Starbucks menderita kerugian yang diperkirakan mencapai $11 miliar (Rp 170,7 Triliun) di tengah boikot atas perang Israel di Gaza, serta dampak pemogokan karyawan dan faktor lainnya.

Baca juga: Boikot Bikin Merana Starbucks dan H&M di Maroko, Akhir Tahun Bakal Tutup Permanen Cabang?

Saham Starbucks telah jatuh sekitar 9 persen sejak pertengahan November.

Starbucks menderita kerugian yang diperkirakan mencapai $11 miliar di tengah boikot atas perang Israel di Gaza, serta dampak pemogokan karyawan dan aktivitas promosi yang buruk.

Beberapa minggu terakhir ini penuh dengan gejolak bagi Starbucks, dengan adanya boikot dan pemogokan karyawan yang menuntut lingkungan kerja dan upah yang lebih baik, serta rendahnya permintaan akan promosi yang menyebabkan nilai pasar perusahaan turun sebesar $10,98 miliar.

Seorang analis kedai kopi mengatakan bahwa meskipun konflik tampaknya memiliki banyak segi bagi Starbucks, dampak negatif yang tidak menguntungkan dari rencana perusahaan ini menunjukkan tantangan terhadap masa depan mereka.

Pasar saham sangat berdampak pada Starbucks pada saat perusahaan tersebut menghadapi masalah sosial yang kompleks, mendorong investor untuk mundur dari kepemilikan saham perusahaan dan mendorong sahamnya ke dalam penurunan terpanjang sejak penawaran pasar saham pertamanya pada tahun 1992.

Sejak 16 November, saham Starbucks telah anjlok 8,96 persen, setara dengan kerugian hampir $11 miliar, di tengah laporan melambatnya penjualan dan buruknya respons terhadap tawaran liburan.

Starbucks mendapati dirinya dalam keadaan terjepit setelah sebuah tweet dari serikat pekerja kelompok tersebut yang mengungkapkan solidaritas terhadap Palestina, dan majalah tersebut mencatat bahwa tindakan perusahaan terhadap serikat pekerja tersebut dan penuntutannya meluas ke aktivitas komersialnya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Tags:
berita viral hari iniStarbucksIsraelGaza
Berita Terkait
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved