Breaking News:

Berita Viral

Warga Israel yang Disandera Hamas Bakal Ditumbalkan di Gaza, Netanyahu: Tak Semua Bisa Pulang

Sinyal Israel akan 'menumbalkan' sandera warga negara mereka yang ditawan milisi pembebasan Palestina, Hamas.

Editor: Dhimas Yanuar
JACK GUEZ/AFP
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pidato selama kunjungannya ke pusat kendaraan udara tak berawak (UAV) Israel, di Pangkalan Udara Palmachim dekat kota Rishon LeZion pada 5 Juli 2023. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akan menjalani operasi untuk menanamkan alat pacu jantung, kata kantornya dalam sebuah pernyataan awal pada 23 Juli 2023, hanya beberapa hari setelah dia keluar dari rumah sakit setelah masalah kesehatan. 

TRIBUNSTYLE.COM - Semakin nahas nasib para tawanan Hamas. Warga Israel yang disandera berkemungkinan bakal tak bisa pulang bertemu dengan keluarganya.

Bahkan Israel memberikan sinyal bakal 'menumbalkan' sandera warga negara mereka yang ditawan milisi pembebasan Palestina, Hamas.

Keputusan ini muncul dari pertemuan antara keluarga para sandera dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Selasa (5/12/2023).

14 sandera asal Israel dan 3 warga asing asal Rusia serta Thailand kembali dilepas militan Hamas.
14 sandera asal Israel dan 3 warga asing asal Rusia serta Thailand kembali dilepas militan Hamas. (ISTIMEWA)

Pada pertemuan itu, Benjamin Netanyahu dilaporkan menyatakan kalau peluang untuk memulangkan semua sandera yang ditawan Hamas, sangat kecil, bahkan tidak mungkin.

"Saat ini tidak ada kemungkinan untuk memulangkan semua orang,” kata Netanyahu seperti dilaporkan Reuters.

Pertemuan itu terjadi ketika pertempuran kembali terjadi di Jalur Gaza setelah jeda tujuh hari.

Selama gencatan senjata, lebih dari 100 tawanan perang yang disandera Hamas, dibebaskan dari wilayah kantong tersebut.

Tumbalkan Para Sandera?

Baca juga: NGERI Detik-detik Hamas Rekam Kegiatan Tentara Israel di Kamp Sebelum Dibom, Kamera Bawah Tanah?

Saat ini, jumlah sandera Israel yang ditawan Hamas dilaporkan sebanyak 138 orang.

Nasib sandera-sandera lainnya masih tanda tanya.

Hamas menyatakan, hingga sampai perang berakhir -baik dengan kemenangan ataupun kekalahan, tidak ada lagi negosiasi.

Secara terbuka, Hamas menyatakan akan memulangkan semua sandera warga negara asing. Hamas juga menyatakan akan membebaskan para sandera anak-anak dan perempuan Israel, secara cuma-cuma.

Hamas menegaskan, hanya akan menawan sandera Israel yang berstatus tentara atau mantan tentara.

Pernyataan Netanyahu di atas juga menimbulkan spekulasi kalau Israel lagi-lagi menerapkan protokol 'Hannibal Directive' dalam kebijakannya terkait tawanan perang.

Protokol ini memungkinkan Israel untuk tanpa ragu membabat lawan tanpa memperhitungkan kerugian dan jatuhnya korban dari pihak sendiri.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Tags:
berita viral hari iniHamasIsraelsandera
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved