Breaking News:

Berita Kriminal

ASTAGFIRULLAH Siasat Pelaku Pembunuh Karyawan MRT Saat COD Mobil, Atribusi Agama demi Perdaya Korban

Komplotan pembunuh Pegawai MRT Jakarta menggunakan atribusi agama agar korban terperdaya saat COD mobil, simak selengkapnya!

Editor: Dhimas Yanuar
Tribunnews.com/Abdi Ryanda Shakti
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi memimpin pengungkapan kasus pembunuhan karyawan MRT berinisial DDY (39) yang jasadnya dibuang di Kali Banjir Kanal Timur (BKT) Cakung Jakarta Timur, oleh komplotan pelaku bermodus pura-pura membeli mobil sistem Cash on Delivery (COD); di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (17/11/2023). 

TRIBUNSTYLE.COM - Astagfirullah, akal-akalan komplotan pembunuh Pegawai MRT Jakarta terkuak.

Mereka menggunakan atribusi agama demi memperdaya korban yang sedang COD jual mobil Fortuner berinisial DDY (38).

Komplotan tersebut berkomunikasi dengan korban lewat media sosial Facebook dengan modus niat membeli mobil.

Terungkap kronologi pembunuhan karyawan MRT Jakarta bernama Disa Dwi Yarto (34) saat COD mobil Fortuner miliknya.
Terungkap kronologi pembunuhan karyawan MRT Jakarta bernama Disa Dwi Yarto (34) saat COD mobil Fortuner miliknya. (Bima Putra/TribunJakarta.com)

Namun, Pegawai MRT Jakarta  itu akhirnya dibunuh setelah bertemu untuk membeli mobil melalui sistem Cash on Delivery (COD).

Mayat Pegawai MRT Jakarta itu akhirnya dibuang di Kali Kanal Banjir Timur (BKT) Cakung Jakarta Timur.

R (29) dalang pembunuhan Pegawai MRT Jakarta itu menggunakan nama panggilan Rasul dalam menjalankan aksinya.

"Ternyata akun Facebook-nya ini ada desepsinya juga, menggunakan atribusi agama, menggunakan pakaian muslim untuk meyakinkan korban bahwa ini memang bukan komplotan penipu, orang jahat, dan sebagainya," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi kepada dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (17/11/2023).

Baca juga: MOTIF Pembunuhan Karyawan MRT di KBT Cakung saat COD Mobil, Terlilit Utang Rp 3 Miliar Karena Boros

Saat korban percaya, akhirnya pertemuan dengan para pelaku terjadi di salah satu apartemen pelaku di kawasan Jakarta Selatan.

"Kemudian korban datang pada pukul 20.00 WIB di salah satu apartemen. Nah sesuai rencana, kemudian korban dibawa ke atas salah satu unit apartemen di Jakarta Selatan," ujarnya.

Hengki mengatakan, para pelaku awalnya hendak membuat korban tidak sadarkan diri dengan memberikan obat bius.

Namun, aksi tersebut gagal karena dianggap tidak mempan.

Para pelaku pun mengubah rencana berujung pembunuhan sadis kepada korban. Mayat korban selanjutnya dibuang di KBT Cakung, Jakarta Timur.

"Pada saat di gerbang tol Tebet Jakarta Selatan ini dilakukanlah pembunuhan tersebut dgn cara yang sangat sadis. Jadi, satu sebagai pengendara mobil, kemudian korban sebelah kiri, dua orang di belakang, ada yang mengencangkan seat belt-nya, ada yang memegang tangannya, menarik bahunya, baru dilakukan melukai leher korban dan menusuk tubuh korban secara berkali-kali," jelasnya.

"Nah kemudian korban dibuang di BKT di Cakung sana setelah itu mobil dititipkan untuk dijualkan di Cikarang," imbuhnya.

Utang Rp 3 Miliar

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Tags:
berita kriminalMRTFacebookCOD
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved