Berita Viral
Deretan Miliarder yang Galang Dana untuk Dukung Israel, Siapa Saja?
Inilah deretan miliarder yang galang dana untuk mendukung Israel yang berperang di jalur Gaza, Palestina. Siapa saja?
Penulis: Wahyu Putri Asti Prastyawati
Editor: Putri Asti
TRIBUNSTYLE.COM - Perang yang terjadi antara Palestina & Israel kian memanas.
Banyak yang akhirnya mengkampanyekan aksi penggalangan dana.
Entah itu untuk Palestina maupun Israel.
Namun deretan miliarder ini tampaknya memilih untuk menggalang dana dukun Israel.
Siapa sajakah miliarder tersebut?
Seorang miliarder sekaligus taipan real estat di Amerika Serikat (AS) menggalang dukungan untuk kampanye media yang mendukung Israel.
Dia adalah Barry Sternlicht.
Baca juga: Rasakan Pilu Perang Gaza Palestina, Warga Australia Nekat Cegat Kapal Kargo Israel Pakai Jetski
Menurut sebuah email yang dilihat dari situs berita Semafor, kampanye media itu disebut Facts for Peace.
Sternlicht memulai kampanyenya hanya beberapa hari setelah serangan 7 Oktober di Israel yang dilakukan oleh Hamas.
Dia mencari donatur jutaan dolar dari puluhan miliarder dunia.
Tak tanggung – tanggung untuk mensukseskan rencana penggalangan dana senilai 50 juta dolar AS, Barry Sternlicht turut mengajak sejumlah miliarder kondang.
Mulai dari mantan CEO Google Eric Schmidt, CEO Dell Michael Dell dan pemodal Michael Milken untuk ikut berpartisipasi dalam pendanaan ini.
Ini bertujuan untuk mengumpulkan US$ 50 juta atau Rp 784 miliar (kurs Rp 15.680/dolar AS) dari sumbangan pribadi, yang dipadukan dengan sumbangan dari badan amal Yahudi.
"Lebih dari 50 orang sedang didekati, termasuk mantan CEO Google Eric Schmidt, CEO Dell Michael Dell dan pemodal Michael Milken. Mereka memiliki kekayaan bersih gabungan sekitar US$500 miliar (Rp7.854 triliun)," tulis Semafor, sebagaimana dikutip Al Jazeera, Senin (13/11/2023).
Aksi Barry Sternlicht dilakukan untuk membantu Israel menghadapi serangan di Jalur Gaza.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/Deretan-miliarder-yang-galang-dana-untuk-mendukung-Israel.jpg)