Breaking News:

Berita Viral

KRONOLOGI Ibu dan Bayi Meninggal di RSUD Sumedang, Suami Ngotot Minta Caesar, Malah Ditolak Bidan

Berikut kronologi ibu dan bayi meninggal dunia saat persalinan di RSUD Sumedang. Suami salahkan tim medis, sudah minta caesar tapi bidan menolak.

Editor: Putri Asti
Dok Ardiansyah Apandi
Kronologi ibu dan bayi meninggal dunia saat persalinan di RSUD Sumedang. 

Pukul 12.00, ketika badan Mamay sudah betul-betul tak bergerak, barulah dimasukkan ruang operasi.

Sayang, semuanya sudah terlambat.

Mamay dan bayinya meninggal dunia, tanpa sempat bayinya dikeluarkan terlebih dahulu.

Ardiansyah mengatakan, ia akan membawa kasus kematian istri dan anaknya ke ranah hukum.

"Untuk sekarang biarkan kabar ini tersiar di media saja dulu, supaya orang tahu. Jangan sampai terulang terjadi kejadian ini kepada orang lain," kata Ardiansyah.

"Besok ke Polres Sumedang. Ada dugaan kelalaian."

Baca juga: KRONOLOGI Bocah 7 Tahun Mati Batang Otak Usai Operasi Amandel di RS Kartika Husada, Kejang Lalu Koma

Bantah Kelalaian

Pelaksana tugas (Plt) Direktur RSUD Kabupaten Sumedang, dr. Enceng, mengatakan, pihaknya sudah dan terus berkomunikasi dengan keluarga ibu dan bayi yang meninggal dunia saat persalinan.

Dia mengatakan, RSUD Sumedang telah menyampaikan ucapan bela sungkawa serta menyatakan kemungkinan-kemungkinan yang menyebabkan Mamay Maida dan bayinya meninggal dunia.

"Sudah saya sampaikan bahwa SOP sudah dijalankan, masukan dari keluarga akan kami tindak lanjuti, kami masih berkomunikasi terus," kata Enceng saat dihubungi, Rabu (4/10).

Enceng mengatakan masing-masing pihak perlu proses dan RSUD Sumedang menghargai hal tersebut.

Enceng mengatakan, dugaan Mamay Maida dan bayinya meninggal dunia saat persalinan karena kelalaian pihak RSUD dan karena pasien memakai BPJS, hanyalah dugaan.

"Ya, itu dugaan saja. Pelayanan tidak dipengaruhi jaminan. Prosedurnya begitu," katanya.

Setelah dilakukan audit medis, Enceng menyebutkan tidak ada unsur kelalaian.

"Penyebabnya, sesuai literatur yang ada adalah emboli air ketuban," katanya.

Emboli air ketuban disebut juga amniotic fluid embolism.

Menurut Wikipedia, peristiwa ini adalah kejadian kelahiran yang sangat langka.

Di mana air ketuban masuk ke aliran darah ibu melahirkan.

Reaksinya sangat membahayakan, yakni menyerang sistem pernapasan dan jantung.

Keduanya menjadi kolaps bahkan hingga berdarah.

Diolah dari artikel TribunJabar.id

 

Sumber: Tribun Jabar
Tags:
RSUD SumedangPersalinanbidanberita viral hari ini
Berita Terkait
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved