Berita Viral
CURHAT PILU Warga NTT, Putar Otak Cari Air Gegara Kekeringan, Terpaksa Minum Perasan Batang Pisang
Kisah ratusan warga Nusa Tenggara Timur (NTT) kesulitan mencari air bersih gegara kekeringan. Terpaksa meminum air dari batang pohon pisang.
Editor: Putri Asti
Sementara itu, Regina Dua Buka mengatakan kondisi tersebut membuat warga harus menghemat air.
Dijelaskannya, setiap pagi anak-anak sekolah hanya mencuci muka ketika akan berangkat ke sekolah.
Ia mengaku, selama menggunakan air pisang tidak ada penyakit yang dideritanya.
"Airnya segar, selama ini kami minum tapi tidak ada rasa apa-apa," ujarnya.
Baca juga: WASPADA Puncak Musim Kemarau Ekstrem Terdampak El Nino, Lebih Kering, Desember Masih Panas?
Air Batang Pisang
Sebelumnya, krisis air minum bersih membuat ratusan warga di RT 013 RW 006 Dusun Klotong, Desa Bura Bekor, Kecamatan Bola, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) terpaksa mengkonsumsi air dari batang pohon pisang.
"Sejak bulan delapan kami konsumsi air dari batang pisang karena air tangki yang kami beli sudah habis dan tampungan di bak juga sudah habis," kata Yoseph Rizal saat ditemui TribunFlores.com, Selasa 3 Oktober 2023.
Menurut Yoseph, warga di Dusun Klotong, Desa Bura Bekor hanya mengandalkan air hujan untuk menampung air guna memenuhi kebutuhan air pada musim kemarau.
Minimnya curah hujan tahun ini menyebabkan warga di desa terpaksa mengeruk air dari batang pohon pisang.
Mereka melakukannya untuk memenuhi kebutuhan air guna kebutuhan rumah tangga.
"Air yang diambil untuk memenuhi kebutuhan minum, masak, mandi dan kelebihannya untuk minum ternak," katanya.
Yoseph mengatakan sebenarnya masih ada satu sumber mata air di desa itu.
Namun jaraknya dari rumah penduduk mencapai 8 kilometer (km).
Akibatnya, warga kesulitan untuk mengambil air di mata air tersebut.
Untuk mendapatkan air batang pisang secukupnya, warga terpaksa menebang beberapa pohon pisang di kebun dekat pekarangan rumah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/batang-pohon-pisang-2.jpg)