Breaking News:

Berita Viral

Keluarga Aisiah Curiga, Minta Rekaman CCTV Lift Kualanamu Tapi Ditolak Petugas, Ada yang Ditutupi?

Keluarga Aisiah sempat minta rekaman CCTV lift bandara Kualanamu, namun ditolak petugas, benarkah ada yang ditutupi?

Tayang:
Kolase Tribun Style/Instagram/Istimewa
Keluarga Aisiah sempat minta rekaman CCTV lift Bandara Kualanamu, namun ditolak petugas. 

Dirinya justru dicerca dan dihujat banyak pihak karena menjadi pengacara atas terdakwa kasus peredaran narkoba itu.

"Di pihak lain, saya membela Teddy Minahasa karena tahun 2017-2018-2019 Teddy Minahasa itu ada waktu masih di Propam Mabes Polri, atau tahun sebelumnya, lupa saya, dia banyak membantu kasus-kasus rakyat kecil di Kopi Joni," ungkap Hotman paris.

"Bahkan waktu dia Wakapolda Banten maupun waktu Kapolda Sumbar pun dia juga banyak bantu setiap aku yang minta tolong.

Karena setiap yang datang ke Kopi Joni itu 70 persen adalah kasus-kasus terkait dengan Kepolisian," ujarnya.

"Aku minta dibantu Teddy Minahasa dalam kasus rakyat kecil, pada saat dia minta bantu sama aku, masa aku tolak sih, emang aku binatang," jelasnya.

"Tapi aku dihujat banyak orang," keluhnya.

Baca juga: Hotman Paris Mundur Bela Wanita Tewas di Kualanamu, Beri Kesempatan Pengacara Lain: Ayo Beri Bantuan

Dirinya pun memberikan analogi sederhana.

Siapapun katanya akan mencari bantuan hukum atau pengacara apabila terjerat kasus pidana.

"Contoh nih, kalau anak kamu, isteri kamu, putri kamu atau bapak kamu tiba-tiba terlibat kasus narkoba, misalnya mulutnya penuh narkoba dan ada OTT dari polisi, apa kau tidak cari pengacara?" tanya Hotman Paris.

Dirinya pun menegaskan keputusannya untuk membantu teddy Minahasa bukan karena uang ataupun popularitas.

Apabila menginginkan uang, dirinya mengungkapkan akan mengambil tawaran Ferdy Sambo atas kasus pembunuhan berencana Brigadir J.

Namun, walau komisi yang ditawarkan sangat besar, Hotman Paris mengaku tidak mengambil tawaran dari Ferdi Sambo tersebut.

"Saya membela Teddy Minahasa bukan karena motivasi uang.

Buktinya kasus Sambo, Sambo itu sudah tanda tangan surat kuasa dan honor saya gede banget, akhirnya saya tolak, saya mundur," ungkapnya.

"Kalau saya tetap sebagai pengacara bisnis internasional, businness letigation finance, saya bisa kaya raya seperti dulu.

Kasus-kasus saya besar-besar banget, hampir semua kasus finance (keuangan) di zaman krisis moneter keuangan, lihat Yurisprudensi, hampir semuanya Hotman yang pegang.

"Saya 20 tahun sama aseng, saya sepuluh tahun dididik sama pengacara bule, saya sepuluh tahun jadi bosnya orang bule.

Sekarang saya bagi waktu saya untuk membantu para pengais keadilan," ungkap Hotman.

"Kiri-kanan aku digoncang, ada yang bilang 'cari polpularitas', orang gua udah populer kok. Gua juga udah kaya. Monyong semua yang pada ributin gua," jelasnya.

Oleh karena itu, dirinya kembali menegaskan alasan untuk menangani langsung kasus kematian Aisiah bukan karena uang ataupun popularitas.

Tetapi karena ingin membantu keluarga Aisiah untuk mencari keadilan.

"Ini kasus Medan (kematian Aisiah), gua digoncang lagi.

Apa salahnya, aku cuma kasih perhatian, ya siapa lagi? Banyak LBH, tapi sebagian LBH memang mencari duit, sebagian," jelas Hotman Paris.

"Dan Saya tidak mencari duit ke mereka. Kalau saya mencari duit, aduh, klien gua banyak banget, sekarang malah mereka kecewa karena waktu saya udah nggak ada," ungkapnya.

(*)

Artikel ini diolah dari Kompas.com dengan judul "Keluarga Aisiah Sempat Minta Rekaman CCTV Lift Bandara Kualanamu, tetapi Tidak Dikasih"

Penulis : Baharudin Al Farisi

Sumber: Kompas.com
Halaman 4/4
Tags:
Aisiah Sinta Dewi Hasibuanrekaman CCTVBandara KualanamuHotman Paris
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved