Berita Viral
'Ada Bom dan Perang' Curhat WNI di Sudan 8 Tahun, Ingin Pulang tapi Tak Punya Uang, Kini Bersyukur
Sarniah yang sudah 8 tahun di Sudan sudah lama ingin pulang ke Indonesia, namun dia tak punya biaya karena perjalanan panjang dan jauh.
Editor: Amirul Muttaqin
TRIBUNSTYLE.COM - Ratusan WNI dievakuai dari Sudan yang tengah dilanda perang saudara.
Seorang WNI menceritakan kehidupan yang sulit di sana karena sering ada bom yang mengancam keselamatan.
Dia sebenarnya sudah lama ingin pulang, namun tak punya biaya karena perjalanan panjang dan jauh.
Seperti apa kisah lengkapnya?
Baca juga: HOROR WNI di Jepang Nekat Habisi Teman Sendiri Lalu Dibuang di Dalam Tas, Dicari-cari Sejak 2021
Warga negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Sudan, Sarniah (31), merasa bersyukur bisa pulang kembali ke Tanah Air setelah delapan tahun berada di Sudan.
Dia mengatakan, lama tinggal di Sudan yang dia ingat hanyalah konflik berkepanjangan di negara Afrika Utara itu.
"Saya sudah berada di sana selama delapan tahun, di sana ada bom ada perang begitu," ujar dia dalam siaran pers Kementerian Sosial, Jumat (28/4/2023).
Dia mengaku sudah lama ingin pulang ke Indonesia, tetapi tak punya biaya karena perjalanan panjang dan jauh.
"Mau pulang enggak ada duit, dari dulu mau pulang, tapi enggak ada uang," kata Sarniah.
Sebab itu, dia merasa bersyukur di tengah konflik militer pemerintahan Sudan dan pasukan paramiliter Rapid Support Forces (RSF), Indonesia memberikan "tiket gratis" untuk kepulangan Sarniah.
Ia juga berterima kasih kepada Kementerian Sosial karena telah memberikan bantuan logistik setelah tiba di Indonesia.
"Alhamdulillah tahunya ada tiket pemulangan.
Terima kasih kepada Kemensos yang memberikan bantuan logistik," kata dia.
Kemensos diketahui memberikan bantuan logistik berupa kidsware, pakaian dewasa pria dan wanita, pakaian anak, mainan edukasi anak, pakaian dalam pria dan wanita, perlengkapan mandi, dan makanan nasi boks dengan total bantuan Rp 1.114.770.000.
Begitu juga Layanan Dukungan Psikososial yang diberikan selama 5 (lima) hari sejak 28 April hingga 2 Mei 2023.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/ratusan-wni-dipulangkan-dari-sudan-yang-dilanda-perang-saudara.jpg)