Breaking News:

Lebaran 2023

Ingin Bagi-Bagi THR Lebaran tapi Masih Punya Utang, Mana yang Harus Didahulukan? Ini Kata Buya Yahya

Idul Fitri, bagi-bagi THR atau bayar utang, mana yang harus didahulukan? Simak penjelasan Buya Yahya.

Tayang:
Editor: Gigih Panggayuh
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ilustrasi, bagi-bagi THR Lebaran dan bayar utang, penjelasan soal mana yang harus didahulukan. 

TRIBUNSTYLE.COM - Idul Fitri, bagi-bagi THR atau bayar utang, mana yang harus didahulukan? Simak penjelasan Buya Yahya.

Setelah Ramadhan usai, umat muslim merayakan Hari Raya Idul Fitri.

Pada momen Idul Fitri atau Lebaran, ada tradisi yakni saling berbagi THR (Tunjangan Hari Raya) kepada kerabat, keponakan atau sahabat.

Namun, jika ingin bagi-bagi THR tapi masih punya utang, mana yang harus didahulukan?

Dilansir dari kanal Youtube Al Bahjah TV, Buya Yahya menegaskan bahwa bayar utang yang lebih diutamakan ketimbang membagikan THR.

Apalagi jika hutangnya sudah jatuh tempo.

Baca juga: Bolehkah Pakai Mukena Warna-Warni untuk Salat Idul Fitri? Buya Yahya: Tidak Harus Putih

Ustaz Yahya Zainul Ma'arif Jamzuri atau lebih dikenal dengan Buya Yahya.
Ustaz Yahya Zainul Ma'arif Jamzuri atau lebih dikenal dengan Buya Yahya. (Serambinews.com/Syamsul Azman)

"Jika hutang sudah jatuh tempo, maka lebih utama membayar hutang terlebih dahulu. Jangan berbuat baik dengan hawa nafsu. Biasanya hanya ingin disanjung saja," kata Buya.

Menurut Buya, orang yang mengutamakan membagikan THR daripada membayar hutang, biasanya orang itu hanya ingin disanjung hidupnya.

Apalagi orang tersebut karena merasa sudah hidup di kota lalu ketika balik ke kampung halaman dengan berbagi-bagi THR.

"Ada orang hidup di kota, kalau pulang gak berani, kenapa? Karena kalau pulang harus bagi-bagi duit, pamer kalau dia sukses. Padahal dia mobilnya mobil rental, ini orang yang pengen hidupnya ingin dilihat orang saja bukan tau hakekat," imbuh Buya.

Orang seperti itu sebaiknya jangan memaksakan keadaan, apalagi uang orang tersebut berasal dari sebuah pinjaman atau berhutang.

"Ada model begitu, sehingga bagi-bagi padahal duitnya ngutang, jangan biasa hidup dengan memaksakan semacam itu," tegas Buya

Buya Yahya menegaskan sekali lagi, jika ada orang yang punya hutang dan jatuh tempo maka wajib bagi mereka untuk membayar hutang terlebih dahulu.

"Jangan mikir sedekah kalau mikir sedekah justru jadi maksiat. Kalau anda sedekah, itu berarti maksiat, ingin dapat pahala tapi gak dapat pahala."

Baca juga: Perbedaan Lebaran 2023, Menteri Agama Janjikan Warga Muhammadiyah Difasilitasi untuk Salat Ied

Selanjutnya Buya Yahya memberi contoh jika kita meminjam uang Rp 1 juta pada orang lain tapi bukannya dibayar, kita justru terlihat membagikan THR pada orang lain. Maka hal itu akan membuat orang lain tersinggung.

"Sederhananya begini saja, saya hutang duit kepada anda Rp 1 juta. Saya janji akan saya bayar hari ini (tapi) ternyata hari ini saya nggak bayar kepada Anda,"

"Diam-diam, tiba-tiba Anda mendengar bahwa saya bagi-bagi duit Rp 1 juta, kan marah yang punya duit."

Selanjutnya Buya Yahya menyarankan agar peminjam uang memberi kepastian pada orang yang meminjamkan uang, bahwa utangnya akan dibayar tepat waktu.

Hal ini dilakukan agar menghindari prasangka buruk antara si peminjam uang dengan orang yang meminjam.

Seseorang bisa saja mendahulukan berbagi THR daripada membayar hutang, jika hutang tersebut belum jatuh tempo dari waktu yang telah ditentukan.

Baca juga: Siapa yang Bayar Zakat, Anak Sudah Berpenghasilan atau Tetap Orang Tua? Penjelasan UAS & Buya Yahya

Ilustrasi, THR.
Ilustrasi, THR. (Tribunnews.com)

"Kecuali belum jatuh tempo, hutang saya harus saya bayar bulan haji dan bulan haji nanti sudah ada gambaran dari mana saya bayarnya, maka saat ini saya punya hutang, saya boleh bersedekah (bagi THR."

Contoh lain, Buya Yahya menganjurkan agar si peminjam uang meminta izin kepada yang punya uang untuk kelonggaran waktu karena dananya akan dialihkan untuk hal yang lain.

"Atau minta izin kepada yang punya uang untuk beri tempo 'bang saya punya hutang 3 juta saya ingin bagi-bagi ke temen jadi THR dulu gimana bang? hutangnya nanti saya bayar boleh?," jelas Buya sembari memberikan contoh.

Jika yang punya uang mengizinkan berarti dia telah rela uangnya dipakai untuk bagi-bagi ke orang lain, tapi jika tanpa izinnya, Buya Yahya mengatakan jangan.

"Gakpapa kalau dia ngizinkan berarti dia telah rela kita meminjam dan bagi-bagi ke orang lain, tanpa di luar itu tidak," tegasnya.

Terakhir Buya menegaskan bagi siapapun yang memiliki hutang, jangan biasakan berbuat baik hanya karena hawa nafsu.

"Jangan biasakan berbuat baik dengan hawa nafsu itu tidak akan istiqomah, tidak akan abadi dan tidak akan diterima Allah SWT, walahualambishwab," pungkasnya.

Simak video selengkapnya berikut ini.

(Serambinews.com/Firdha Ustin)

Diolah dari artikel SerambiNews.com dengan judul Manakah yang Harus Didahulukan, Bagi-bagi THR Lebaran atau Bayar Utang? Ini Kata Buya Yahya

Tags:
LebaranIdul FitriBuya YahyaTHRutang
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved