Berita Viral
'Kayak Orang Rusuh' Dokter Koas Emosi Imbas Klakson, Ternyata Sudah Bicara Baik-baik, Dibalas Begini
Vinny Fladiniyah Puluhulawa mengaku terpancing emosi saat cekcok dengan pasutri di RSUD Pirngadi Medan. Ia mengaku sudah coba berbicara baik-baik.
Editor: Febriana Nur Insani
Namun kesaksian juru parkir (jukir) justru berbeda.
Jukir mengatakan bahwa mobil Maya Sylvia dan suaminya itu membunyikan klakson beberapa kali dari jarak kurang lebih 400 meter.
"3 kali sampai kuat lah, suara klakson terdengar sampai ke patung RS Jarak kurang lebih 400 meter," bebernya.
Deni Soeroso menilai jika tidak sepenuhnya kesalahan dari dokter muda.
Menurutnya, sangat wajar jika dokter muda tersebut kesal hingga mengamuk ke Maya dan suami.
"Aku rasa gak salah dokter mudanya, diakan mau parkir mungkin gak bisa lihat dulu parkirnya, bapak itu klakson, jadi dokter mudanya suntuk apalah ya, kita paham lah ya masalah sepele aja," terang Deni Soeroso.
Sementara, Deni Soeroso mengaku mengenal baik sosok Fladiniyah Puluhulawa, yang merupakan anak didik koasnya.
Berdasarkan penelusuran Tribun Medan gadis berkacamata yang viral itu adalah mahasiswi universitas ternama.
Selepas kuliah, Vinny tampak tak lagi aktif di akun Twitter-nya.
Terakhir Vinny mencuitkan sebuah unggahan di Twitter adalah pada 2014.
Baca juga: KONTRAS dari Pernyataan Ibu-ibu Cek Cok dengan Dokter Koas, Juru Parkir: Klakson Mobil Terus-terusan
Sementara itu, Humas RSUD Pirngadi, Edison Perangin-angin mengatakan, keributan dalam video viral antara mahasiswa koas dan pasutri karena dipicu masalah parkir.
"Begini, itu kan kejadian di areal Pirngadi. Tadi sudah kita langsung panggil koas-nya, mendengar keterangan kenapa kejadiannya begitu. Pertama menurut pengakuannya, dia klakson bolak balik enggak sabar, sempat dia keluar," ujar Edison kepada Kompas.com melalui saluran telepon Selasa (11/4/2023).
Kemudian terjadi perdebatan hingga akhirnya viral di media sosial. "Kata koas itu sebenarnya ibu itu juga kasar, bicara cuma enggak ada yang merekam. 'Waktu itu aku (bicara) kasar direkamnya'," ujar Edison menirukan ucapan mahasiswa koas tersebut.
Menurut Edison, mahasiswa tersebut sudah enam bulan menjalani praktik koas di RSUD Pirngadi.
Ia mengakui seharusnya sebagai calon dokter, koas tersebut bisa lebih sabar lagi.
