Hari Perempuan Internasional, 5 Wanita Serba 'Pertama di Dunia' dalam Prestasinya Cetak Sejarah
Merayakan Hari Perempuan Internasional, simak 5 tokoh yang menyandang 'wanita pertama' dalam meraih prestasinya cetak sejarah.
Penulis: Gigih Panggayuh Utomo
Editor: Delta Lidina Putri
TRIBUNSTYLE.COM - Merayakan Hari Perempuan Internasional, simak 5 tokoh yang menyandang 'wanita pertama' dalam meraih prestasinya cetak sejarah.
Setiap 8 Maret, diperingati sebagai International Women's Day (IWD) atau Hari Perempuan Internasional.
Untuk memperingati Hari Perempuan Sedunia 2023, Google menampilkan Doodle di halaman utama mesin pencari.
Google Doodle menampilkan ilustrasi sejumlah profesi dan peran perempuan dalam kehidupan.
Dari paling kiri, ada wanita yang berpidato, dua orang yang sedang mengamati benda langit, anak perempuan yang sedang berjalan dengan wanita lansia, ibu yang menyusui anak, kumpulan wanita yang menyuarakan aspirasinya, hingga dokter wanita yang sedang merawat pasiennya.
Ada bermacam-macam profesi perempuan, di mana beberapa sosok menjadi pembuka gerbang untuk kaum perempuan bergerak dan diakui di bidang yang biasanya dilakukan laki-laki.
Berikut ini TribunStyle.com rangkum 5 wanita yang menyandang predikat 'perempuan pertama di dunia' yang berhasil catat sejarah di bidangnya masing-masing.
Baca juga: Hari Perempuan International 2023 Mengusung Tema EmbraceEquity, Beri Pelukan Besar untuk Ekuitas
1. Elizabeth Blackwell - Perempuan Pertama Penerima Gelar Medis
Elizabeth Blackwell adalah wanita pertama yang menerima gelar medis dari sebuah sekolah kedokteran Amerika.
Dengan Dr. Marie Zakrzewska, dan saudara perempuannya Emily, dia membuka rumah sakit New York untuk wanita dan anak-anak pada tahun 1856.
Sebuah perguruan tinggi medisnya juga dibuka bersamaan pada tahun 1857.
Perguruan itu ia buat untuk memperluas kesempatan bagi para dokter wanita.
2. Helen Keller - Wanita Tuna Rungu Pertama yang Mendapat Gelar Sarjana Seni
Sosok Helen Keller dikenal sebagai penulis, aktivis, dan dosen di Amerika Serikat (AS).
Ia merupakan tuna rungu pertama yang mendapatkan gelar sarjana seni pada 1904, saat usianya menginjak 24 tahun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/emilia-earhart-pilot-perempuan-pertama-di-dunia.jpg)