Breaking News:

Berita Viral

'BUBARKAN', Imbas Kasus Mario Dandy, Sri Mulyani Tegas Membubarkan Klub Moge ASN: Lukai Kepercayaan

Sri Mulyani soroti hobi mewah PNS, klub moge para pejabat negara dibubarkan, imbas dari kasus kekerasan Mario Dandy.

Kolase TribunStyle.com / Instagram Sri Mulyani / Kompas.com
Sri Mulyani soroti hobi mewah PNS, klub moge langsung dibubarkan. 

TRIBUNSTYLE.COM - Buntut dari kasus kekerasan yang dilakukan Mario Dandy, anak pejabat Kementerian Keuangan, Rafael Alun Trisambodo, Sri Mulyani memerintahkan pembubaran klub Moge atau Motor Gede pegawai pajak.

Kasus kekerasan yang dilakukan oleh Mario Trisambodo telah melebar ke mana-mana.

Imbas dari kasus penganiayaan David, perlahan publik mulai menguliti gaya hidup dari Pegawai Negeri Sipil (PNS), terutama yang bekerja dalam ranah perpajakan.

Kini masyarakat ramai-ramai menguliti hobi mentereng dari para pegawai pajak.

Dianggap telah mencederai kepercayaan masyarakat, Sri Mulyani akhirnya buka suara.

Sebagai menteri keuangan, Sri Mulyani dengan tegas menolak gaya hidup mewah dari pejabat maupun pegawai publik.

Menteri Sri Mulyani pun menyoroti klub moge para pejabat publik Direktorat Jenderal (Dirjen) Pajak,

Diketahui, Dirjen Pajak memiliki klub motor bernama Belasting Rijder.

Belasting Rijder menjadi wadah perkumpulan para pecinta motor gede dari para pegawai DJP.

Imbas dari kasus kekerasan Mario Dandy, Belasting Rijder turut merasakan getahnya.

Pasalnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani memerintahkan langsung pembubaran klub motor Belasting Rijder.

Pasca terkuaknya kasus kekerasan Mario Dandy, Sri Mulyani terus memantau gaya hidup dari pegawainya.

Baca juga: MBREBES MILI Shinta Wahid Jenguk David, Korban Aniaya Mario Dandy, Keluarga Gus Dur Tegaskan Hal Ini

Sri Mulyani soroti hobi mewah PNS, klub moge
Sri Mulyani soroti hobi mewah PNS, klub moge (Kolase TribunStyle.com / Instagram Sri Mulyani / Kompas.com)

Bahkan Sri Mulyani turut kecewa dengan gaya hidup mewah dari para pegawainya.

Dirinya benar-benar mengecam gaya hidup mewah para pegawainya.

Menurut Sri Mulyani, hal ini tidak terus dibiarkan.

Sebab, jika diteruskan maka bisa menggerus kepercayaan publik pada institusi DJP.

Kekecewaan Sri Mulyani diunggahnya langsung di akun Instagramnya.

"Beberapa hari ini beredar di berbagai media cetak dan online foto dan berita Dirjen Pajak Suryo Utomo mengendarai motor gede (moge) bersama klub Belasting Rijder DJP yaitu komunitas pegawai pajak yang menyukai naik motor besar," tulis Sri Mulyani di akun Instagramnya, Minggu (26/2/2023).

Sosok Dirjen Pajak Republik Indonesia, Suryo Utomo pun mendapatkan kritikan dari Sri Mulyani.

Baca juga: NANGIS Shane Lukas Dicekal, Provokator Penganiayaan David Ternyata Penerima KJP, Kemendikbud Cemas?

Menkeu Sri Mulyani  - ayah Mario Dandy, Rafael Alun Trisambodo.
Menkeu Sri Mulyani - ayah Mario Dandy, Rafael Alun Trisambodo. (Instagram: Sri Mulyani / Istimewa)

Selain itu, Sri Mulyani meminta bawahannya itu untuk menjelaskan soal asal muasal kekayaannya kepada publik.

Dia meminta sleuruh bawahannya untuk melaporkan kekayaannya pada pihak berwenang, LKHPN.

"Menyikapi pemberitaan tersebut, saya menyampaikan instruksi kepada Dirjen Pajak sebagai berikut. Jelaskan dan sampaikan kepada masyarakat/publik mengenai jumlah harta kekayaan Dirjen Pajak dan dari mana sumbernya seperti yang dilaporkan pada LHKPN," ucap Sri Mulyani.

Selain itu, Sri Mulyani juga meminta meminta Dirjen Pajak melakukan klarifikasi ke publik soal klub mogenya.

Sri Mulyani menginstruksikan klub motor Belasting Rijder dibubarkan.

Hal itu dikarenakan klub moge itu menjadi cerminan gaya hidup berlebihan beberapa pegawai pajak.

"Meminta agar klub BlastingRijder DJP dibubarkan. Hobi dan gaya hidup mengendarai moge menimbulkan persepsi negatif masyarakat dan menimbulkan kecurigaan mengenai sumber kekayaan para pegawai DJP," tegas Sri Mulyani.

Menteri Keuangan Sri Mulyani memutuskan untuk mencopot Rafael Alun Trisambodo (RAT) dari jabatan dan tugasnya di Direktorat Jenderal Pajak (DJP).
Menteri Keuangan Sri Mulyani memutuskan untuk mencopot Rafael Alun Trisambodo (RAT) dari jabatan dan tugasnya di Direktorat Jenderal Pajak (DJP). (TribunStyle/Kolase)

Selain itu, Sri Mulyani juga menyebut meski moge maupun aset lainnya didapatkan dengan cara yang halal sekalipun, sebagai PNS DJP, sebaiknya hal-hal berbau mewah tersebut tak dipertontonkan ke masyarakat.

Sebab masyarakatlah yang menjadi pembayar pajak.

Gaji dan tunjangan yang didapatkan para pegawai pajak maupun PNS berasal dari keringat rakyat.

Oleh karena itu Sri Mulyani menilai tidak etis, bila mana PNS pamer kemewahan kepada rakyat.

"Bahkan apabila moge tersebut diperoleh dan dibeli dengan uang halal dan gaji resmi, mengendarai dan memamerkan moge bagi pejabat/pegawai Pajak dan Kemenkeu telah melanggar azas kepatutan dan kepantasan publik," jelas Sri Mulyani.

Baca juga: Pelaku Harus Diadili, Putri Sulung Gus Dur, Alissa Wahid Bela David: Fokus ke Inti Kasus

Anak pejabat Kemenkeu, Mario Dandy menggunakan plat nomor palsu pada mobil Rubicorn, ini alasannya.
Anak pejabat Kemenkeu, Mario Dandy menggunakan plat nomor palsu pada mobil Rubicorn, ini alasannya. (Kolase TribunStyle.com / Instagram / Istimewa)

Dirinya berkali-kali menegaskan, pegawai DJP maupun keluarganya dilarang mempertontonkan gaya hidup mewah.

Hal itu dikarenakan, bisa mencedarai rakyat yang menggaji mereka dengan nominal sangat tinggi.

"Ini mencederai kepercayaan masyarakat," ungkap Sri Mulyani.

Kini Sri Mulyani terus memantau kasus yang menyeret anak buahnya itu.

David Terbaring Lemah di RS, Sri Mulyani Datang Jenguk Korban Penganiayaan Mario : Remuk Hati Saya

Menteri Keuangan Sri Mulyani menjenguk Cristalino David Ozora (17) yang menjadi korban penganiayaan Mario Dandy Satriyo (20), pada Sabtu (25/2/2023). 

David diketahui saat ini sedang mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Mayapada, Kuningan, Jakarta Selatan.

David merupakan korban penganiayaan Mario Dandy, anak mantan pejabat Direktorat Jenderal Pajak Rafael Alun Trisambodo.

Dalam kesempatan itu, Sri Mulyani mengungkapkan permintaan maaf kepada orang tua David.

Dalam video yang diunggah di media sosial, ia berjanji akan mengawal kasus tersebut dan mendukung proses hukum yang sedang berjalan.

“Pagi ini pukul 10.00 setiba dari penerbangan semalam Bangalore - Jakarta, saya langsung menuju RS Mayapada Kuningan untuk menengok ananda David Latumahina, korban penganiyaaan oleh Mario Dandy Satrio.

Sungguh pedih dan remuk hati melihat kondisi David akibat penganiayaan yang kejam dan keji,” tulis Sri Mulyani dikutip di akun @smindrawati, Sabtu.

Menurut Sri Mulyani, dokter mengatakan bahwa David menunjukkan sejumlah perkembangan kesehatan dan kondisinya lebih baik dibandingkan hari pertama.

“Namun, proses observasi perkembangan dan perawatan David masih panjang.

Kita semua mendoakan secara tulus dan khusyuk untuk pemulihan dan kesembuhan David,” tulisnya lagi.

Unggahan tersebut juga disertai video yang memperlihatkan Sri Mulyani berbincang singkat dengan kedua orangtua David.

Di situ, Sri Mulyani meminta agar kedua orangtua korban tetap tabah.

Sri Mulyani jenguk David korban penganiayaan Mario Dandy.
Sri Mulyani jenguk David korban penganiayaan Mario Dandy. (Kolase Tribun Style/Instagram @gusyaqut/Sri Mulyani)

“Turut prihatin banget. Saya minta maaf ya. Saya tegaskan proses hukum jalan terus.

Kami akan dukung penuh semuanya,” tutkataur Sri Mulyani.

Saat bertemu dengan orangtua David, Sri Mulyani ditemani oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang juga merupakan Ketua GP Ansor, sayap kepemudaan Nahdlatul Ulama (NU).

Sementara itu, kuasa hukum korban M Syahwan Arey mengungkapkan bahwa David sudah menunjukkan sedikit kemajuan.

Namun, David belum sepenuhnya siuman.

Kemajuan ini terlihat dari GCS (glasgow coma scale), skala yang dipakai untuk mengetahui tingkat kesadaran pasien yang koma.

"Kondisi saat ini ada kemajuan dari GCS 4/15 ke 6/15," ujar Syahwan, dikutip dari tayangan YouTube Kompas TV, Jumat (24/2/2023).

Menurut Syahwan, ada pergerakan kecil di tangan dan kaki David.

“Kami memohon dukungan dan doa dari seluruh warga Indonesia, mudah-mudahan David ada perkembangan lebih baik,” katanya.

Ayah David, Jonathan Latumahina tampak haru saat Menteri Keuangan Sri Mulyani menjenguk anaknya.

Sri Mulyani komentari kasus penganiayaan anak pejabat pajak terhadap pria di Jakarta Selatan hingga koma.
Sri Mulyani komentari kasus penganiayaan anak pejabat pajak terhadap pria di Jakarta Selatan hingga koma. (Kolase Tribun Style/Instagram @smindrawati/HO)

Jonathan didampingi sang istri menyambut kedatangan Sri Mulyani di Rumah Sakit Mayapada Kuningan pada Sabtu (25/2/2023).

Tampak juga Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mendampingi Sri Mulyani.

Terlihat beberapa kali Jonathan membungkukkan badan saat Sri Mulyani memberikan penguatan kepadanya.

Sri Mulyani meminta maaf secara langsung kepada kedua orangtua David terkait peristiwa yang dialami anaknya hingga koma.

Sri Mulyani juga mendukung agar proses hukum terus berjalan.

Diketahui David Ozora putra dari Jonathan Latumahina menjadi korban penganiayaan anak pejabat pajak Mario Dandy Satriyo.

Mario Dandy Satriyo merupakan anak dari pejabat Ditjen Pajak Rafael Alun Trisambodo.

Diketahui Rafael telah menulis surat terbuka pengunduran dirinya sebagai ASN pada Jumat (24/2/2023).

(TribunStyle.com/Dika Pradana)

Artikel lainnya terkait berita viral >>>

Sumber: TribunStyle.com
Tags:
Mario DandySri MulyaniASNmogeRafael Alun TrisambodoDavidPegawai Negeri Sipil
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved