Apa Itu Bali Belly? Penyakit yang Dialami Verrell Saat Liburan: Penyebab, Gejala dan Pengobatan
Dialami oleh Verrell Bramasta, berikut penyebab, gejala dan pengobatan Bali Belly yang dialami sejumlah turis yang berkunjung ke pulau Dewata.
Editor: Triroessita Intan Pertiwi
Gede Anom juga menjelaskan bahwa Bali Belly bisa terjadi akibat mengonsumsi makanan yang sudah tercemar virus atau bakteri.
Dilansir dari laman Puri Medical Clinic, Bali Bell dapat disebabkan virus Rotavirus and Norovirus dan bakteri berjenis E. coli, Salmonella, atau Campylobacter.
Sementara mengutip laman Better Health Channel yang dikelola Departemen Kesehatan Victoria, Australia, beberapa penyebab Bali Belly antara lain kontaminasi bakteri Escherichia coli (E. coli), parasit, virus, atau hal lain yang tidak diketahui yang memicu reaksi pada sistem pencernaan.
Kontaminasi terutama berasal dari makanan, seperti makanan mentah, makanan yang tidak dibersihkan atau dimasak dengan baik, jajanan pinggir jalan, serta makanan panas yang telah didiamkan dalam waktu yang lama.
Selain itu bisa juga berasal dari minuman dan es batu yang terkontaminasi, termasuk air yang digunakan ketika berkumur ketika menyikat gigi.
Gejala Bali Belly
Wisatawan bisa mengenali gejala Bali Belly seperti gejala gangguan pencernaan pada umumnya.
Hal yang dirasakan antara lain merasa tidak nyaman di perut seperti mual, muntah, hingga diare dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda.
Cara Pencegahan Bali Belly
Gede Anom memberikan beberapa himbauan kepada masyarakat dan wisatawan terkait pencegahan Bali Belly.
Mengingat Bali Belly ini juga berkaitan dengan konsumsi makanan, maka masyarakat dan wisatawan asing maupun lokal diimbau berhati-hati saat membeli atau mengkonsumsi makanan saat berlibur di Bali.
Menurutnya, hal yang perlu diperhatikan antara lain dari segi kemasan dan penyajian.
“Perhatikan apakah makanannya ditutup, tidak ada lalat, tidak basi. Sebaiknya beli makanan yang masih segar atau habis dimasak,” himbaunya.
Selain itu, para pedagang juga diminta agar selalu menjaga kebersihan dalam mengolah makanan dan selalu menutup makanan yang dipajang agar tidak dihinggapi lalat.
Baik pedagang dan pembeli juga dihimbau untuk rajin mencuci tangan sebelum dan setelah makan, serta selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/verrell-bramasta-derita-bali-belly.jpg)