Breaking News:

Berita Viral

Dulu Dipuji Istri Setia, Wanita Ini Akhirnya Ceraikan Suami yang Lumpuh: Aku Mundur Sebelum Gila

Setelah sabar merawat suaminya yang koma lalu lumpuh, Siti Rohayu akhirnya menyerah dan menceraikannya.

Editor: Amirul Muttaqin
Ohmymedia
Siti Rohayu ceraikan suaminya setelah merawatnya dari koma, lumpuh hingga kini mulai bisa berjalan. 

TRIBUNSTYLE.COM - Wanita ini dengan sabar merawat suaminya yang koma selama 90 hari akibat kecelakaan.

Dia kemudian dipuji sebagai setia yang mau merawat suaminya yang lumpuh setelah sadar dari koma.

Tak disangka, wanita itu akhirnya menceraikan suaminya karena merasa sudah tidak kuat mendampinginya.

Seperti apa kisah lengkapnya?

Baca juga: Kenang Mantan, Pengantin Wanita Berdansa dengan Mantan Camer, Suami Protes: Lagunya Terlalu Romantis

Betapa tegar dan setianya hati seorang istri merawat suami yang sakit akibat kecelakaan.

Wanita bernama Siti Rohayu ini dengan sabar dan telaten merawat sang suami yang sempat koma selama 90 hari akibat kecelakaan.

Melansir mStar, wanita yang akrab disapa Ayu ini merawat sang suami, Muhammad Ridhwan Mohd Zaki yang hampir hilang ingatan karena kecelakaan.

Ayu begitu setia merawat sang suami demi bisa sembuh seperti sedia kala.

Di tengah potret Ayu selalu merawat dan mendampingi suami, tiba-tiba saja dia mengunggah foto sedang berada di Mahkamah Syariah (Pengadilan Agama) Daerah Besut, Terengganu, Malaysia.

Ayu ternyata memutuskan untuk bercerai dari sang suami yang selama ini selalu ia rawat dengan sabar.

Terlebih sejak kecelakaan, sang suami tidak bisa mengurus dirinya sendiri.

Setia rawat suami yang koma dan lumpuh, istri kini putuskan cerai
Setia rawat suami yang koma dan lumpuh, istri kini putuskan cerai (Instagram @wanayu303)

"Ya Allah, Semoga keputusan yang aku buat hari ini adalah yang terbaik bagi semua orang, termasuk diriku dan anak-anak. Sekuat mana pun sayang kita pada seseorang, kalau Allah berkata dia bukan jodoh kita, maka memang tak berjodoh. Maafkan Umy (panggilan Ayu) karena tak bisa mempertahankan rumah tangga.

Tiba saatnya di mana kita harus melepaskan, bukan karena tidak sayang. Tapi kita sadar, kalau diteruskan akan banyak pihak yang terluka. Mengalah bukan ebrarti kala, mengaku salah bukan berarti salah, tetapi cukup sakit fisik dan mental untuk melanjutkannya.

Halaman
1234
Sumber: TribunNewsmaker
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved