Selebrita
ALAMI OCD, Aliando Syarief Cerita Momen Shooting Bisa Menjadi Terapi Penyakitnya: Bisa Dikendalikan
Aliando Syarief ungkap jika kembalinya ke dunia hiburan membuat terapi untuk penyakit OCD yang ia alami saat ini.
Penulis: Damar Klara Sinta
Editor: Ika Putri Bramasti
Gangguan obsesif-kompulsif dapat mencakup obsesi dan kompulsi, tapi mungkin juga seseorang hanya memiliki gejala obsesi atau kompulsi.
Seseorang dengan gejala ini mungkin tidak menyadari bahwa tingkat obsesi dan kompulsi yang dilakukannya berlebihan atau masuk akal.
Sikap obsesi dan kompulsi ini dapat menghabiskan banyak waktu hingga menggangu rutinitas keseharian.
Obsesi
Obsesi dalam OCD adalah pikiran, desakan, atau gambaran yang berulang terus-menerus dan tidak diinginkan yang mengganggu dan menyebabkan keresahan.
Selain itu, penderita OCD akan sering merasakan kecemasan.
Seseorang dengan gejala obsesi akan mencoba untuk mengabaikan atau menyingkirkan pikiran tersebut dengan perilaku atau "ritual" kompulsif.
Baca juga: Aliando Syarief Beri Pesan Semangat Untuk Prilly Latuconsina, Terus Berkarya, Berusaha & Berjuang
Umumnya, obsesi akan mengganggu saat penderitanya sedang mencoba memikirkan atau melakukan hal lain.
Melansir Mayo Clinic, obsesi biasanya memiliki tema, seperti:
1. Takut kontaminasi dan kotoran meragukan diri sendiri atau orang lain
2. Kesulitan menoleransi ketidakpastian
3. Menginginkan hal di sekitarnya teratur dan simetris
4. Pikiran agresif tentang kehilangan kendali dan melukai diri sendiri atau orang lain
5. Pikiran yang tidak diinginkan, termasuk agresi, atau subjek seksual atau agama.
Belum diketahui secara pasti penyebab OCD. Stres dapat memperburuk gejala yang timbul.
Selain itu, OCD umumnya lebih sering terjadi pada wanita ketimbang pria dan sering muncul pada remaja atau dewasa muda.
Baca juga: Karier Prilly Latuconsina Makin Moncer hingga Miliki Klub Bola, Aliando Syarief Ikut Kagum: Keren
Kompulsi
Kompulsi pada OCD adalah perilaku berulang yang membuat seseorang merasa terdorong untuk melakukannya.
Tingkah ini dilakukan berdasarkan kecemasan terkait obsesi yang dirasakan.
Namun, kompulsi tidak membawa kesenangan dan hanya menawarkan bantuan sementara dari kecemasan yang timbul.
Sama seperti obsesi, kompulsi memiliki tema, seperti:
1. Mencuci dan membersihkan.
2. Memeriksa ulang segala sesuatu beberapa kali.
3. Menghitung ulang segala sesuatu beberapa kali.
4. Tertib dan tegas.
5. Mengikuti rutinitas dengan ketat.
6. Menuntut kepastian dari orang lain.
Baca juga: PILU Aliando Syarief Jadi Korban Kriminal, Ricky Cuaca Beber yang Dialami Sahabat: Nggak Masuk Akal
Penyembuhan
Perawatan Orang dengan OCD menerima pengobatan untuk memperbaiki kualitas hidup dan peningkatan fungsi.
Pilihan penanganan yang dapat dilakukan adalah dengan obat-obatan atau terapi.
1. Psikoterapi.
Terapi perilaku kognitif dapat membantu mengubah pola berpikir.
Dokter akan menempatkan penderita dalam situasi yang dirancang untuk menciptakan kecemasan atau memicu kompulsi.
Kemudian, diarahkan untuk mengurangi dan kemudian menghentikan pikiran atau tindakan OCD.
2. Relaksasi.
Hal-hal sederhana seperti meditasi, yoga, dan pijat dapat membantu mengatasi gejala OCD yang memicu stres.
3. Pengobatan.
Obat psikiatri tertentu dapat banyak orang mengendalikan obsesi dan kompulsi.
Dibutuhkan sekitar 2 hingga 4 bulan untuk bekerja secara efektif.
(TribunStyle/ Damar Klara Sinta)
Artikel lainnya terkait Aliando Syarief baca juga di sini>>>
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/aliando-syarief-ungkap-kembalinya-ke-dunia-hiburan-sebagai-terapi-untuk-penyakit-ocdnya.jpg)