Berita Viral
Pria Ajak Boneka Pemuas Nafsu Bertemu Ibunya, Terungkap Trauma di Masa Lalu, Begini Reaksi Pasangan
Setelah putus cinta dan beberapa tahun tanpa hubungan fisik, Rod membeli Karina, boneka seks realistis. Dia melakukan hubungan intim dengan bonekanya.
Penulis: Dika Pradana
Editor: Dhimas Yanuar
Masuknya Hindu-Budha ke Nusantara kian menambah kepercayaan terhadap roh yang sebelumnya sudah ada.
Menurut Tundjung, kepercayaan terhadap roh yang sebelumnya ada mendorong manusia untuk hidup dan membangun harmonisasi dengan entitas roh tersebut.
Sehingga kata dia, dari hasil harmonisasi itulah yang melahirkan perilaku menghadirkan roh dalam visualisasi diri orang dan boneka atau benda bertuah.
"Dalam tradisi seni pertunjukkan, menghadirkan roh dalam penampilannya banyak dijumpai di Jawa seperti Jathilan, Sintren, Jaran Kepang, dan sebagainya," kata Tundjung dikutip dari Kompas.com.
Tak hanya di masa Mesolitikum dan era Hindu-Budha saja, kisah-kisah dalam dunia pewayangan juga memperkuat kepercayaan penjelmaan roh pada alam kehidupan duniawi.

"Misalnya, bagaimana kisah pewayangan tokoh Bambang Ekalaya yang menciptakan patung Durna sebagai visualisasi guru yang mahir mengajarkan memanah dan lebih unggul daripada Arjuna yang berguru kepada Durna secara biologis," jelasnya.
Lebih lanjut Tundjung menjelaskan, dalam kebudayaan Tiongkok juga terdapat boneka yang dapat menghadirkan arwah yang diberi nama Ca Lai Gong.
Boneka arwah di tanah Jawa Tundjung menjelaskan tidak ada periode waktu khusus yang menjadi momentum kepopuleran boneka arwah.
Hanya saja, kata dia, penggunaan kekuatan spiritual dalam konteks historis perilaku sering kali muncul saat masa-masa kritis.
Ia mengambil contoh masa krisis ekonomi di tahun 1929.
Tundjung menceritakan, ketika krisis itu terjadi di tanah air muncul dan populer visualisasi makhluk halus yang disebut dengan Nyi Blorong.
Kemudian di masa-masa revolusi kemerdekaan Indonesia, muncul banyak aliran kebatinan menjadi era suburnya kepercayaan terhadap kekuatan supranatural.
"Jadi, konstruksinya hampir sama bahwa boneka arwah itu tetap ada dari dulu hingga sekarang sebagaimana era yang diklasifikasikan sebagai era ontologi seperti saat ini, tetapi faktanya era mistis masih selalu ada dan berkembang sesuai konteks zamannya," jelasnya.
(TribunStyle.com/Dika Pradana)
Artikel lainnya terkait berita viral >>>