Berita Viral
Dibuang di Rumah Sakit, Bayi Malang Ini Dirawat oleh Para Dokter, 2 Minggu Kemudian Ibunya Datang
Ibu di Vietnam ini datang ke rumah sakit untuk mengambil bayinya yang telah dia buang 2 minggu sebelumnya.
Editor: Amirul Muttaqin
TRIBUNSTYLE.COM - Para dokter dan perawat geger setelah menemukan bayi yang baru lahir di pintu rumah sakit.
Mereka kemudian merawat bayi malang itu bersama-sama di rumah sakit.
Tak disangka, dua minggu kemudian ibu dari bayi itu datang untuk mengambilnya kembali.
Seperti apa kisah lengkapnya?
Baca juga: Buka Jasa Tato Bayi, Seniman Ini Bangga Meski Banjir Kritik: Kita Kenalkan Ini Kepada Anak-anak
Dilansir dari Eva.vn Minggu (30/10/2022), seorang ibu berusia 22 tahun dari provinsi Quang Nam, Vietnam kembali mengambil anaknya setelah meninggalkanya di RS.
Pada 28 Oktober 2022 lalu, Pusat Kesehatan distrik Que Son dan pemerintah setempat mengatur kepulangan seorang bayi.
Bayi itu sempat ditinggalkan ibu kandungnya selama hampir 20 hari di rumah sakit.
Setelah ditinggalkan selama 20 hari, bayi itu kini kembali ke pelukan ibunya.
Unit mengambil sampel dan mengirimnya untuk tes DNA demi mengidentifikasi garis keturunan yang sama.
Direktur pusat kesehatan, Dinh Huu Long membeberkan identitas ibu dari bayi tersebut.
Ibu dari anak itu adalah seorang gadis yang lahir pada tahun 2000 dari distrik Phuoc Son.
Gadis ini mengatakan dia meninggalkan anaknya untuk dibesarkan oleh orang lain.
Namun setelah dia berpikir lagi, gadis itu menyuruh keluarga ayahnya untuk mengadopsi anak itu.
"Setelah secara akurat menentukan bahwa itu adalah ibu dari bayi itu, kami melakukan prosedur agar keluarga menerima anak itu kembali.
Ketika mengembalikan bayi itu, ada ibu kandungnya dan nenek dari pihak ayah.
Pusat kesehatan kemudian menyerahkan kepada keluarga untuk merawat bayinya," kata Long.
Sebelumnya, pada 10 Oktober lalu, dokter menemukan seorang bayi perempuan yang baru lahir.
Bayi itu ditinggalkan di toilet Departemen Penyakit Dalam.
Di samping bayi itu terdapat kertas bertuliskan "Saya tahun ini berumur 17 tahun, baru melahirkan seorang bayi perempuan pukul 8 malam tanggal 9 Oktober.
Alasannya karena saya masih kuliah sehingga saya tidak mampu untuk membesarkannya.
Saya harap jika ada yang menemukan bayinya, tolong bantu saya merawatnya. Terima kasih,"
Selama 20 hari, bayi itu dirawat oleh para dokter dan perawat di pusat kesehatan.
Kini akhirnya sang ibu memutuskan mengambil kembali bayinya dan ikhlas merawatnya.
Baca juga: VIRAL Bayi Membuka Mata dan Tersenyum di Dalam Kandungan, Wajah Rupawan Jadi Sorotan
Kisah Lain Bayi Dibuang, Kini Jadi Dokter
Melansir Eva pada Jumat 28 Oktober 2022, kisah gadis asal Tiongkok bernama Xiao Jingjing ini membuat haru sekaligus geram banyak orang.
Pada musim dingin tahun 1987 di Kota Xiaogan, Provinsi Hubei, Tiongkok, cuaca saat itu sangat dingin dan jalanan tertutup salju.
Sepasang suami istri muncul di dekat rumah sakit, meletakkan bayi perempuan mereka di gerbang rumah sakit, lalu pergi begitu saja.
Bayi itu baru berusia 14 hari, namun sudah harus menerima kenyataan pahit dibuang oleh orangtuanya.
Pada hari yang sama, pasangan suami istri lain juga datang ke rumah sakit untuk pemeriksaan.
Sang suami yang bernama Xiao Chunyang, membawa istrinya untuk menemui dokter karena mereka ingin memiliki anak.
Saat itu, sang istri baru berusia 30 tahun, tetapi dokter memberitahunya bahwa sulit baginya untuk hamil.
Pasangan tuan dan nyonya Xiao ini menjadi sedih, mereka keluar dari rumah sakit dengan rasa putus asa.
Namun bak kisah drama, takdir membuat mereka bertemu dengan bayi 14 hari yang tadi ditinggalkan orangtuanya.
Ketika melewati gerbang rumah sakit, pasangan ini mendengar tangisan bayi.
Saat mendekat ke sumber suara, keduanya begitu kaget melihat bayi perempuan terbungkus selimut katun, wajahnya pucat kedinginan.
Tidak tahu siapa yang meninggalkan bayi itu, tuan dan nyonya Xiao membawanya masuk ke rumah sakit.
Mereka meminta dokter dan perawat untuk mencari orangtua dari bayi tersebut.
Namun petugas di rumah sakit tidak bisa menemukannya.
Akihirnya pada malam itu, berbekal surat keterangan dari rumah sakit, pasangan Xiao membawa bayi malang itu pulang.
Selama satu bulan sejak itu, pasangan Xiao masih berusaha mencari orangtua kandung si bayi, namun tak pernah ada hasil.
Menganggap apa yang terjadi adalah takdir, mereka akhirnya mengadopsinya dan memberi nama padanya Xiao Jingjing.
Sejak itu, Xiao Jingjing tumbuh dalam keluarga yang meski tidak kaya, namun selalu dipenuhi cinta.
Xiao Chunyang sebagai ayah angkatnya bekerja di sebuah pabrik.
Sementara istrinya yang bernama Qi Chunlan memiliki kondisi kaki yang cacat sehingga hanya di rumah mengurus anak.
Tiga orang hidup bersama dalam kemiskinan.
Kondisi mereka semakin sulit ketika Xiao Chunyang dipecat oleh pabrik.
Xiao Chunyang kemudian mencari pekerjaan lain sebagai pengantar gas.
Setiap hari dia mengendarai kendaraan roda tiga, membawa 200-300 kg gas untuk pelanggan.
Terlepas dari kesulitannya, pasangan Xiao selalu berusaha memberi yang terbaik untuk putri angkat mereka.
Melihat anak lain minum susu bubuk, mereka juga memberi Xiao Jingjing susu bubuk.
Melihat anak lain memiliki mainan, mereka juga membelikannya mainan.
Di bawah pengasuhan pasangan Xiao, Xiao Jingjing memiliki masa kecil yang bahagia, tumbuh menjadi gadis cantik yang berbakat.
Di masa sekolah, Xiao Jingjing punya catatan akademik yang sangat baik.
Sayangnya, Qi Chunlan tidak diberi kesempatan untuk melihat putrinya sukses.
Dia meninggal pada 2001 karena sakit.
Saat sekarat, Qi Chunlan sempat mengatakan pada Xiao Jingjing tentang kisah asal usulnya yang sebenarnya.
Saat itu Xiao Jingjing duduk di bangku SMA, ia hanya berharap segera menjadi sukses agar bisa membayar apa yang dilakukan orangtua angkatnya.
Pada 2005, Xiao Jingjing diterima di Universitas Huazhong dengan nilai tinggi.
Pada 2011 setelah menyelesaikan kuliah, dia diberi kesempatan untuk menempuh pendidikan doktoral di Kanada.
Saat itulah ia mengetahui keberadaan orangtua kandungnya.
Ternyata selama ini mereka tinggal dalam kota yang sama.
Orangtua kandung Xiao Jingjing yang akhirnya tahu nasib putri mereka, berubah pikiran setelah melihat Xiao Jingjing yang sekarang.
Mengetahui putrinya telah meraih kesuksesan, mereka ingin mendapatkan lagi Xiao Jingjing.
Mereka membawa uang senilai Rp 1 miliar untuk diberikan kepada ayah angkat Xiao Jingjing.
Mereka berharap uang itu dapat membuat mereka kembali mendapatkan sang putri.
Namun Xiao Jingjing yang tahu akan hal itu tak bereaksi apapun.
Ia sama sekali tidak merasakan keintiman dengan orangtua kandungnya.
Sebaliknya, Xiao Jingjing merasa bahwa keluarga angkatnya adalah keluarganya satu-satunya.
Jadi dia menolak untuk kembali kepada keluarga kandungnya.
"Saya tidak ingin kembali kepada mereka karena saya hanya memiliki orangtua angkat di hati saya.
Ketika saya sangat membutuhkan mereka, hanya orangtua angkat saya yang ada di sisi saya.
Orangtua kandung saya tidak pernah muncul bahkan ketika kami tinggal di kawasan yang sama.
Mengapa mereka tidak datang menjemputku saat itu?" ungkap Xiao Jingjing.
Ternyata orangtua kandung Xiao Jingjing adalah pengusaha yang berkecukupan.
Mereka telah memiliki tiga anak perempuan dan ingin memiliki anak laki-laki.
Tak disangka mereka dikaruniai anak perempuan lagi.
Mereka lantas memutuskan meninggalkan Xiao Jingjing di rumah sakit.
Melalui berita televisi, mereka sebenarnya tahu bahwa sang putri telah diadopsi.
Namun meski begitu, mereka tidak berusaha untuk memintanya lagi.
Orangtua kandung Xiao Jingjing baru melakukannya ketika sang putri telah dewasa dan menjadi sukses.
Diolah dari artikel di Tribun Trends yang judul '20 Hari Tinggalkan Bayinya di RS, Gadis 17 Tahun Menyesal, Akhirnya Balik Lagi, Ikhlas Rawat Anak'
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/bayi_20170914_181431.jpg)