Kritik Keras Suporter Bayern & Rayo Vallecano Terkait Kerusuhan Kanjuruhan: 'Mereka Dibunuh Polisi'
Tragedi Kanjuruhan menjadi sorotan internasional, suporter Bayern Munich dan Rayo Vallecano bentangkan tulisan protes.
Editor: Dhimas Yanuar
TRIBUNSTYLE.COM - Kritik keras suporter Bayern Munich & Rayo Vallecano soal Kerusuhan Kanjuruhan.
Tragedi Kanjuruhan menjadi tragedi sepak bola internasional.
Tragedi yang terjadi pasca laga Arema vs Persebaya pada Sabtu, (1/10/2022) menjadi sejarah kelam Indonesia.
131 nyawa melayang dalam peristiwa tersebut.
Baca juga: Erick Thohir Temui Presiden FIFA, Bahas Kemajuan Sepak Bola, Sampaikan Surat Jokowi Soal Kanjuruhan
Hal inii membuat tragedi Kanjuruhan menjadi peristiwa paling memilikukan kedua dalam sejarah sepakbola Dunia.
Minute of silince (mengheningkan cipta) pun dilakukan LaLiga dan Liga Champions sebelum memulai kick off guna mendoakan para korban yang kehilangan nyawa.
Fans Rayo Vallecano dan Bayern Munchen, menjadi ultras yang memberikan sorotan tajam soal tragedi di Kanjuruhan.
Dengan spanduk besar, mereka menuliskan bahwa nyawa yang berjatuhan di Kanjuruhan adalah korban pembunuhan.
Dalam laga lanjutan Liga Spanyol antara Rayo Vallecano vs Elche di Stadion de Vallecas pada (4/10/2022).
Fans Rayo Vallecano bernama Los Bukaneros membentangkan spanduk yang betuliskan:
"Mereka bukan meninggal, mereka dibunuh!"
Sebelumnya, ultras Bayern Munchen juga menjadi ultras pertama yang menyorot tragedi di Kanjuruhan.
Di laga Bayern Munchen vs Viktoria Plzen di Allianz Arena pada (4/10/2022) ultras tuan rumah membentang spanduk yang menohok.
"Lebih dari 100 orang dibunuh oleh polisi!"
"Mengenang korban di kanjuruhan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/suporter-bayern-munich-dan-rayo-vallecano-bentangkan-tulisan-terkait-tragedi-kanjuruhan.jpg)