Breaking News:

Berita Viral

Tunggui Kakak yang Sakit, Remaja 13 Tahun Malah Dicabuli Perawat, Awalnya Ditawari Cek Kesehatan

Bocah ini awalnya diiming-imingi cek kesehatan namun malah jadi korban pencabulan oleh oknum perawat.

Editor: Amirul Muttaqin
Indianexpress
Ilustrasi pelecehan seksual 

RR sebenarnya juga memiliki keluarga di Karangploso, Kabupaten Malang, tetapi dirinya tidak ingin membuat repot keluarga dengan keadaanya itu.

Kondisi RR membuat warga sekitar lingkungannya merasa prihatin dan melaporkan keadaan tersebut ke pemerintah desa setempat.

Bahkan pemilik tempat indekosnya memberikan diskon 50 persen dari harga sewa normal atau sebesar Rp 400.000.

Penjelasan kepala desa

Kepala desa setempat, Deny Cahyono mengatakan pihaknya mendapat laporan terkait kondisi keluarga RR dari warga.

Kemudian pihak desa melaporkan kondisi tersebut ke Dinas Sosial dengan harapan RR dan anak-anaknya mendapatkan penanganan lebih lanjut.

"Dari situ akhirnya Pemdes punya inisiatif untuk membantu kebutuhan dasar dari keluarga tersebut," katanya.

Sekretaris Dinas Sosial Kota Batu, Adiek Imam Santoso mengatakan pihaknya akan memastikan kebutuhan pangan dari keluarga RR akan terpenuhi hingga tiga bulan ke depan.

Dinas Sosial juga akan membantu menjembatani bantuan biaya pendidikan anak-anak RR ke Dinas Pendidikan Kota Batu.

"Untuk tempat tinggalnya kami akan koordinasikan dengan pemerintah desa, mudah-mudahan ada jalan keluar," katanya.

Dedek sapaan akrabnya mengatakan kasus serupa kerap kali terjadi di Kota Batu.

Setiap bulannya ada sekitar 20 kasus yang dia terima.

"Kasus-kasus seperti ini paling dekat terjadi di Oro-Oro Ombo, hampir sama permasalahan seperti ini. Kita biasanya solusinya meminta bantuan ke UPT Provinsi, contoh kasus di Oro-Oro Ombo kita fasilitasi ke UPT Provinsi, cuma kalau di (shelter) Bima Sakti itu ada batas waktu selama 15 hari," katanya.

Baca juga: Wanita Jarang Pulang, Malah Bawa Bayinya ke Kost Selingkuhan, Suami Murka hingga Lakukan Hal Nekat

Cabuli anak tiri

Adapun, kasus pencabulan yang diduga dilakukan WD terhadap anak tirinya sudah berlangsung selama sekitar empat tahun.

WD tega memerkosa korban sebanyak tujuh kali sejak anak tirinya berumur 12 tahun.

Korban menceritakan kejadian yang dialami ke RR saat pulang sekolah.

Korban mengaku merasa tidak aman saat berada di rumah.

Ketika RR bertanya, korban mengakui telah dicabuli ayah tirinya.

Kasat Reskrim Polres Batu, AKP Yussi Purwanto membenarkan adanya laporan tindak pidana pencabulan dan persetubuhanyang masuk ke Polres Batu pada 24 Agustus 2022.

Yussi menceritakan, aksi pencabulan kali pertama dilakukan WD untuk saat korban berusia 12 tahun atau duduk di kelas 7 SMP.

"Saat melakukan aksi, tersangka menjanjikan akan membelikan handphone korban.

Namun ketika sudah dipenuhi, handphone yang dijanjikan tidak kunjung dibelikan sampai saat ini," katanya.

Dari keterangan korban, pelaku melakukan aksinya ketika keadaan rumah sepi atau malam hari. 

"Ketika korban telah menginjak kelas X SMK, aksi persetubuhan telah dihentikan tersangka.

Namun tersangka melakukan aksi pencabulan seperti memegang area sensitif dan lain sebagainya," katanya.

Satreskrim Polres Batu juga telah mengamankan pelaku.

Tersangka terancam melanggar UU Nomor 35 tahun 2014 pasal 81 ayat 3 KUHP tentang persetubuhan dan pasal 82 ayat 2 KUHP tentang pencabulan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (*)

Diolah dari artikel di Kompas.com yang berjudul "Modus Cek Kesehatan, Perawat di Lubuklinggau Sumsel Cabuli Bocah Laki-laki 13 Tahun Keluarga Pasien" dan "Kisah Seorang Ibu di Kota Batu, Laporkan Suami yang Cabuli Anaknya, Berujung Diusir oleh Mertua"

Baca artikel lainnya terkait berita viral

Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved