Breaking News:

BEDA Pengakuan dengan Bharada E & Rekonstruksi, Ferdy Sambo Sebut Tak Ikut Tembak Brigadir J

Berbeda pengakuan Ferdy Sambo dan Bharada E, Ferdy sebut tak ikut tembak Brigadir J saat di rumah.

Editor: Dhimas Yanuar
Tribunnews.com/ Irwan Rismawan/ Tribunjambi/ Aryo Tondang/ wartakota/ Yulianto/ istimewa
Kloase lima tersangka pembunuhan Brigadir J: (dari kiri ke kanan) Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bharada Richard Eliezer atau Bharada E, Bripka Ricky Rizal alias Bripka RR, dan Kuat Maruf. 

TRIBUNSTYLE.COM - Berbeda pengakuan dengan Bharada E dan hasil rekonstruksi, Ferdy Sambo sebut tak ikut tembak Brigadir J.

Kasus penembakan Brigadir J di rumah Ferdy Sambo semakin rumit.

Setelah pemeriksaan terbaru, Ferdy Sambo memiliki pengakuan berbeda dari rekonstruksi dan Bharada E.

Saat rekonstruksi pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat yang digelar beberapa waktu lalu, terlihat Bharda Eliezer atau Bharada E menembak Brigadir Yosua Hutabarat sebanyak empat kali dan Ferdy Sambo menembak satu kali. 

Baca juga: Sebar Data Petinggi Nasional, Hacker Bjorka Bantah Alihkan Kasus Ferdy Sambo : Saya Tak Kenal Dia

Bharada E menembak empat kali kemudian Ferdy Sambo menembak kepala Ferdy Sambo yang sudah rubuh.

Telah dinyatakan polisi dalam rekonstruksi, Ferdy Sambo yang menjadi otak pembunuhan membantah telah memerintahkan Bharada E untuk mengisi amunisi ke pistol.

Keterangan ini berbeda dengan yang disampaikan tersangka Bharada E.

Hal ini diungkapkan Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik dalam Sapa Indonesia Pagi Kompas TV, Selasa (13/9/2022).

“Ada bantahan dari pihak FS (Ferdy Sambo), sebagai contoh ya, keterangan Bharada E ketika dia dipanggil ke lantai 3 itu, diminta untuk juga menyiapkan amunisi dalam senjatanya, tapi itu kan dibantah oleh FS,” ucap Taufan.

Bharada E saat rekonstruksi pembunuhan Brigadir J yang digelar pada Selasa, (30/8/2022) lalu.
Bharada E saat rekonstruksi pembunuhan Brigadir J yang digelar pada Selasa, (30/8/2022) lalu. (YouTube Polri TV)

“Nah tinggal ada dua di antara mereka mana yang benar ini, inikan rumit ya kan, karena kemudian hanya ada dua dalam peristiwa itu, yaitu saudara Bharada E dan FS.

Ferdy Sambo dalam rekonstruksi penembakan Brigadir J, menolak melakukan reka adegan memerintahkan Bharada E mengisi amunisi ke senjata.

“FS bilang, 'Saya nggak pernah nyuruh dia untuk mengisi amunisi', maka dalam rekonstruksi itu kan dia tolak melakukan reka adegan,” ujar Taufan.

“Cuma dalam penembakan, itu sekarang RR (tersangka Bripka Ricky Rizal) mengatakan tidak melihat, padahal dia ada di ruangan itu, itu kan unik sekali, keterangan yang terakhir.

Dengan kesaksian itu, maka dalam konstruksi penembakan hanya ada Ferdy Sambo, Bharada E, dan Kuat Maruf.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved