Rekonstruksi Kasus Brigadir J Bikin Bingung, Susno Duadji: Apa Sebenarnya Penyebab Ferdy Sambo Marah
Susno Duadji mengaku bingung dengan adegan rekonstruksi pembunuhan Brigadir J, penyebab Ferdy Sambo marah ke sang mendiang sulit dipahami.
Editor: Joni Irwan Setiawan
TRIBUNSTYLE.COM - Rekonstruksi kasus pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J dikediaman Ferdy Sambo tampaknya masih terus menjadi perhatian publik.
Yang terbaru, mantan Kabareskrim Polri, Komjen Pol (Purn) Susno Duadji, angkat bicara soal rekonstruksi pembunuhan Brigadir J tersebut.
Ia menyoroti juga mengenai motif pembunuhan yang selama ini belum dibongkar Kepolisian.
Menurut Susno, dirinya yang berpengalaman sebagai polisi saja tak paham atas proses rekonstruksi itu, apalagi masyarakat umum.
Baca juga: Ferdy Sambo Masih Disegani, Dipanggil Jenderal oleh Penyidik, Reaksi Suami Putri Candrawathi Disorot
Dikutip TribunStyle.com dari Tribunnews.com, menurut Susno, proses rekonstruksi itu tak menghasilkan sesuatu yang penting sehingga masyarakat tahu penyebab Ferdy sambo marah pada almarhum Brigadir J.
Dari rekonstruksi yang disiarkan secara langsung oleh televisi swasta nasional, publik tak bisa menengar suara.
Hal itu, kata Susno, bisa dipahami, karena rangkaian rekonstruksi itu menjadi kepentingan penyidik.
"Untuk motif saya kira sulit untuk memahami, karena tidak ada dialog (dalam siaran live rekonstruksi, red)," ujarnya.
Namun, Susno mengingatkan kembali komitmen Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat menghadiri rapat dengan Komisi III DPR RI belum lama ini.
Kata Susno, Kapolri dalam rapat itu telah menegaskan bahwa tidak ada tindak pidana pelecehan seksual kasus pembunuhan Brigadir J.
Menurutnya, fokus untuk menguak motif saat ini adalah perihal merusak harkat dan martabat keluarga.
"Motifnya sekarang bergeser kepada merusak martabat harga diri keluarga, nah publik ingin tahu gimana cara merusaknya," katanya.
"Apakah dengan perbuatan, apakah dengan perkataan atau dengan apa, sehingga Bu Putri bisa terbaring ke lantai," imbuhnya.
"Atau misal diberi zat beracun atau apa sehingga dia pingsan kita kan nggak tahu, artinya tidak terungkap,” lanjutnya.
“Saya kira motifnya untuk mendukung apa yang dikatakan merusak harkat dan martabat ," kata Susno.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/susno-duadji-bingung-dengan-rekonstruksi-kasus-brigadir-j-penyebab-ferdy-sambo.jpg)