Breaking News:

Bharada E Bukan Penembak Jitu, Pengacara Brigadir J dari Awal Sudah Curiga: Seolah-olah Kita Bodoh

Pengacara Brigadir J yakni Kamaruddin Simanjuntak dari awal sudah curiga jika Richard Eliezer alias Bharada E disebut penembak jitu.

Tayang:
Kolase Tribun Style/Tribunnews
Pihak Brigadir J sudah lama curiga dengan Bharada E yang disebut sebagai penembak jitu. 

TRIBUNSTYLE.COM - Wakil Ketua LPSK yakni Edwin Partogi baru-baru ini mengungkap fakta baru soal Richard Eliezer alias Bharada E.

Bharada E sebelumnya disebut penembak jitu, namun nyatanya hal itu salah.

Edwin Partogi menyebut Bharada E ternyata terakhir latihan menembak pada Maret 2022.

Selain itu, Bharada E ternyata juga bukan sebagai ajudan atau aide-de-camp (Adc) dari Irjen Ferdy Sambo.

Pria yang kini menjadi tersangka penembakan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J itu hanya sekadar sopir.

LPSK mengambil kesimpulan itu berdasarkan pemeriksaan psikologis Bharada E yang dilakukan sebanyak tiga kali.

Baca juga: Pengacara Brigadir J Curiga Bharada E Hanya Jadi Kambing Hitam, Kamaruddin : Coba Cek Rekeningnya

Kamaruddin Simanjuntak dari awal sudah curiga Bharada E disebut penembak jitu.
Kamaruddin Simanjuntak dari awal sudah curiga Bharada E disebut penembak jitu. (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha)

Sementara itu, pihak Brigadir J yang diwakili oleh kuasa hukumnya yakni Kamaruddin Simanjuntak rupanya dari awal sudah curiga dengan sosok Bharada E yang disebut penembak jitu.

"Seolah-olah kita bodoh, mana ada Bharada pelatih, padahal dia baru belajar-belajar pegang senjata.

Nah oleh karena itu janganlah menyebar hoaks," ujar Kamaruddin Simanjuntak dikutip TribunStyle.com dari Wartakota, Jumat, (5/8/2022).

Terkait dugaan siapa yang melakukan dan membayar Bharada E, Kamaruddin mengatakan itu menjadi tugas polisi mengungkapnya.

"Itu yang harus diungkap, yang menyuruh melakukan," ujar Kamaruddin.

Hal yang janggal kata Kamaruddin, Bharada E mengaku hanya menembak 5 peluru dan terkena 4.

"Bharada E itu kan mengatakan dia hanya menembak dengan 5 peluru, kena empat, tapi kenapa lukanya diatas 10?," ujar Kamaruddin.

"Dia tidak pernah mengatakan saya hancuri jari-jarinya seperti temuan kami dari laporan dokter yang mewakili keluarga saat autopsi ulang," kata dia.

Malahan lucunya, kata Kamaruddin, Bharada E yang tadinya mengaku menembak dari atas, kemudian keterangannya berubah lagi.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/4
Tags:
Bharada EBrigadir JRichard EliezerKamaruddin SimanjuntakNofriansyah Yosua HutabaratTribunStyle.com
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved