KESAL Dilarang Main Game HP, Remaja India Nekat Bunuh Ibunya Sendiri: Begini Nasibnya
Remaja asal India nekat membunuh ibunya sendiri karena kesal dilarang main game HP.
Penulis: Abi Rizki Alviandri
Editor: Dhimas Yanuar
TRIBUNSTYLE.COM - Remaja asal India nekat membunuh ibunya sendiri karena kesal dilarang main game HP.
Pelaku yang berusia 16 tahun itu mengakhiri nyawa sang ibu menggunakan pistol milik ayahnya.
Ia berdiam diri di samping mayat ibunya selama 3 hari, sebelum polisi akhirnya datang.
Baca juga: Tak Tahu Kencani Pria Beristri, Wanita Ini Merasa Bersalah, Datangi Istri Sah dan Ceritakan Semua
Baca juga: VIRAL Seekor Sapi Ditangkap Polisi setelah Membunuh Bocah 12 Tahun, Kini Terancam Masuk Penjara
Dilansir dari India Today (8/6/2022), peristiwa ini terjadi di Koloni Aldico, Lucknow, India.
Pelaku tinggal serumah bersama ibu dan adik perempuannya yang berusia 10 tahun.
Kebetulan, ayah pelaku sedang tidak ada di rumah karena bertugas sebagai tentara di Kolkata.
Pada hari Minggu (5/6/2022), sang ibu yang bernama Sadhna berusaha menghentikan putra sulungnya saat sedang asyik bermain game.
Aksi ini membuat remaja tersebut sangat marah.
Tanpa pikir panjang, pelaku meraih senjata api cadangan milik sang ayah dan melepaskan peluru ke kepala Sadhna.
Wanita berusia 40 tahun itu meninggal dunia seketika.
Baca juga: Mengaku Dipaksa Setan, Pria Ini Tega Bunuh 2 Orang Tak Bersalah, Begini Nasibnya Sekarang
Baca juga: TERBAKAR Cemburu, Suami Nekat Bunuh Istri, Terbongkar Setelah Tetangga Temukan Ini
Pelaku kemudian meletakkan kembali pistol di atas kasur, lalu mengunci adiknya di kamar yang lain.
Ia menunggu tanpa memberitahu siapa-siapa selama 3 hari hingga jasad ibunya mulai membusuk.
Pelaku terus-terusan menyemprot pengharum ruangan agar bau bangkai dari tubuh Sadhna tidak tercium.
Ketika Ia sudah tidak tahan, pelaku pun melaporkan situasi kepada ayahnya.
Remaja itu mengarang alibi bahwa Sadhna dibunuh oleh tukang listrik tak dikenal yang datang ke rumah.
Percaya dengan perkataan sang anak, ayah pelaku melaporkan kejadian itu kepada polisi.
Akan tetapi, kebenaran terungkap setelah polisi menginterogasi pelaku selama 2 setengah jam.
Terakhir dikabarkan, remaja tadi telah diamankan oleh pihak kepolisian sebelum diproses secara hukum.
(TribunStyle/ARA)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/ilustrasi-pembunuhan-karena-game.jpg)