Idap Sakit Langka, Wanita Ini Hanya Makan Keripik Selama 23 Tahun, Terkejut saat Rasakan Stroberi
Alhasil, hanya keripik lah yang bisa dia makan selama masa kecilnya, lalu dia akan menyimpan keripik itu sampai lunak.
Penulis: Vidya Audina Gesty Arinda
Editor: Ika Putri Bramasti
TRIBUNSTYLE.COM - Wanita ini terkejut setelah mengetahui rasa buah Stroberi yang enak.
Masalah utama yang dihadapi seorang ibu biasanya saat anak menolak untuk makan makanan bergizi atau memilih-milih makanan.
Anak-anak kecil biasanya paling sulit saat diminta untuk makan sayur, sebab mereka biasanya hanya mau makan makanan cepat saji seperti ayam goreng atau pizza.
Kondisi inilah yang juga dialami oleh seorang wanita berusia 25 tahun.
Selama 23 tahun hidup, Zoe Sandler yang berasal dari Inggris hanya makan sandwich berisi keripik kentang rasa keju dan bawang sejak berusia dua tahun.

Baca juga: VIRAL Balita 4 Tahun Terjatuh 100 Kali Sehari & Cuma Ngomong Uh Oh, Ternyata Idap Penyakit Langka
Baca juga: Disangka Gejala Menstruasi, Gadis 10 Tahun ini Ternyata Mengidap Kanker Langka, Begini Penjelasannya
Menurut NDTV, saat Zoe masih anak-anak, sebenarnya orang tuanya itu selalu mencoba memberikan makanan lain.
Tetapi setiap kali itu juga, Zoe akan menolak dan tak mau membuka mulutnya.
Alhasil, hanya keripik lah yang bisa dia makan selama masa kecilnya, lalu dia akan menyimpan keripik itu sampai lunak.
Selama masa sekolah dasar saat istirahat tiba, dia bahkan hanya makan sandwich berisi keripik yang diberikan ibunya.
Di pagi hari, dia akan makan sereal kering.
Rupanya, baru belakangan ini Zoe mengetahui kalau dirinya mengidap penyakit langka Multiple Sclerosis (MS), yang memengaruhi otak dan sarafnya, dikutip dari Lobak Merah, Senin (30/5/2022)
Sejak mengetahui kondisinya, ia pun mulai ingin meningkatkan kesehatannya.
Jadi, dia mulai menjalani perawatan hipnoterapi yang bisa membantu masalah pemilihan makanan yang dihadapinya.
Setelah itu, dia juga mulai memberanikan diri mencoba makanan yang lain, lucunya dia terkejut ketika mencicipi kelezatan stroberi dan cumi pedas.
Ia pun lantas mengutarakan keinginannya yang ingin perlahan mencoba makanan lain seperti kari.
Selain Multiple Sclerosis, ternyata Zoe juga didiagnosa menderita Avoidant/restrictive food intake disorder (ARFID), di mana dia fobia terhadap makanan.
Sehingga seseorang hanya makan makanan yang sama dalam jangka waktu tertentu.
VIRAL Balita 4 Tahun Terjatuh 100 Kali Sehari & Cuma Ngomong 'Uh Oh', Ternyata Idap Penyakit Langka
Seorang gadis berusia empat tahun dia didiagnosis menderita demensia sejak berusia tiga tahun.
Diketahui gadis malang tersebut bernama Florence Swaffield.
Pada awalnya semua berjalan normal, bahkan pada September 2021 ia masih bisa berjalan dan menjadi flower girl di pernikahan orang tuanya.
Namun beberapa bulan setelah pernikahan tersebut, kondisinya malah semakin menurun dan ia kerap jatuh 100 kali sehari dikutip dari OHBULAN!, Kamis (21/4/2022).
Tak hanya sering terjatuh, rupanya Florence juga kehilangan kemampuan berkomunikasi dan hanya bisa mengatakan 'uh oh.'

Baca juga: VIRAL Pria Nikahi Pacarnya yang Kritis di Rumah Sakit, Istri Meninggal Hitungan Hari Setelah Akad
Baca juga: VIRAL Anak TK Bawa Tequila ke Sekolah, Pesta Miras dengan Teman-Temannya
Orang tuanya juga sempat curiga ada sesuatu yang tidak normal pada putrinya, pasalnya Florence kerap membuat suara-suara aneh dan juga tidur selama 22 jam sehari.
Florence rupanya juga sering menolak untuk makan.
Melihat kondisi anak yang semakin memburuk, orang tua Florence yaitu Phoebe dan Joe memutuskan untuk memeriksakan sang anak.
Akhirnya didapatilah diagnosa dari dokter kalau sang anak mengidap penyakit demensia.
Lebih lanjut, anak tersebut didiagnosis dengan penyakit Batten's CLN2 yang belum ada obatnya hingga saat ini.
Umumnya seseorang dengan penyakit tersebut akan kembali ke kondisi seperti bayi.
Di mana dia akan kehilangan kemampuan untuk berkomunikasi, berjalan, makan dan minum.
Kendati demikian, ibu Florence tetap mengatakan bahwa putranya adalah anak yang ceria dan lucu.
Ia juga bertekad melakukan apa saja untuk memberikan yang terbaik dalam hidup Florence.
"Di satu sisi, kami bersyukur bahwa kami menyadari situasi Florence dan kami dapat membuat kenangan khusus dengannya.
Yang akan kami kenang seumur hidup," tuturnya.
Karena hal yang terjadi pada anaknya tersebut, orang tua Florence berharap dapat meningkatkan kesadaran tentang demensia.
Ia juga ingin kampanye yang mereka lakukan dapat mengumpulkan uang untuk membayar pengobatan putrinya kelak.
(TribunStyle/Vidya)