Breaking News:

Bukan Sopir Bus Biasa, Parmin Berhasil Kuliahkan 3 Anaknya hingga Jadi Sarjana: Sopir Sejak 1980

Ia ingin mandiri sejak kecil dan membantu kehidupan kedua orangtuanya, sekarang dirinya bersyukur menjalani pekerjaannya sebagai sopir bus AKAP.

Editor: Amirul Muttaqin
Tribun Jabar/Gani Kurniawan// Tribunnews.com/Aunur Rahman
Parmin (58), sopir bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang berhasil kuliahkan 3 anak hingga jadi sarjana 

TRIBUNSTYLE.COM - Kisah inspiratif seorang sopir bus AKAP asal Sragen.

42 tahun jadi sopir bus, dia mampu kuliahkan 3 Anaknya hingga jadi sarjana.

Sepeti apa kisah lengkapnya?

Baca juga: Pengantin Pria Terlambat 4 Jam, Calon Mertua Tak Terima, Mempelai Wanita Dinikahkan dengan Pria Lain

Baca juga: 4 Tahun Diselingkuhi Suami, Artis Ini Berdoa di Tanah Suci: Tak Mampu Tanggung Sengsara Seumur Hidup

Kisah inspiratif sopir bus AKAP mampu kuliahkan tiga anaknya hingga jadi sarjana.

Seorang pria yang berprofesi sopir bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) mampu sekolahkan ketiga anaknya hingga lulus sarjana.

Kini kisah inspiratif sopir bus tersebut jadi viral hingga seluruh tanah air.

Seorang pria duduk di belakang kemudi bus AKAP memanggil keneknya dan bertanya kesiapan mengantar puluhan pemudik.

"Sudah selesai persiapan berangkat atau belum ?," tanya sopir ke keneknya dan saat ditemui wartawan tribunnews.com ia tengah bersiap menyalakan mesin bus.

Dia pun memperkenalkan diri. Parmin katanya. Ia berusia 58 tahun.

Parmin merupakan seorang sopir bus AKAP yang tengah menunggu penumpang di Terminal Kalideres, Jakarta Barat.

Parmin (58) sopir bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) sedang duduk di kursi pengemudi sambil menyalakan mesin bus di terminal Kalideres, Jakarta Barat, Jumat (6/5/2022) sore.
Parmin (58) sopir bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) sedang duduk di kursi pengemudi sambil menyalakan mesin bus di terminal Kalideres, Jakarta Barat, Jumat (6/5/2022) sore. (Tribunnews.com/Aunur Rahman )

Mengenakan kaos berkerah, Parmin tengah mempersiapkan busnya berangkat ke Solo.

Parmin mengaku sudah 42 tahun bekerja sebagai sopir bus, demi menghidupi istri dan lima anaknya, bahkan menyekolahkan mereka hingga tiga di antara lima anaknya lulus sarjana di universitas sekitar Jawa Tengah.

"Saya bekerja sebagai sopir bus sudah 42 tahun sejak 1980, penghasilan cukup untuk kebutuhan sehari-hari bahkan menyekolahkan anak hingga tiga orang lulus sarjana," ujar pria asal Sragen, Jawa Tengah, Jumat (6/5/2022) sore.

Ia juga mengatakan, dulu mengenyam pendidikan formal sampai Sekolah Dasar (SD), bahkan tidak lulus SD sehingga bekerja sebagai sopir mobil pick up daerah Sragen.

Halaman
12
Sumber: TribunNewsmaker
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved