Breaking News:

KASUS Hepatitis Akut Misterius Ramai Dibahas, Indonesia Ada 3 Pasien Meninggal, WHO Ambil Keputusan

WHO menetapkan kasus hepatitis akut sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) yang menyerang anak-anak di sejumlah negara.

hepatitisaustralia.com
WHO menetapkan kasus hepatitis akut sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) yang menyerang anak-anak di sejumlah negara. 

Gejala yang ditemukan pada ketiga pasien tersebut adalah mual, muntah, diare berat, demam, kuning, kejang dan penurunan kesadaran.

Baca juga: WASPADA, Gejala Langka COVID-19: Telinga Berdengung dan Gangguan Pendengaran

Berdasarkan temuan kasus, hepatitis akut ini dapat menyerang anak-anak berusia 1 bulan hingga 16 tahun.

Saat ini, Nadia menegaskan, bahwa pihaknya masih melakukan investigasi melalui sejumlah pemeriksaan panel virus lengkap guna memastikan penyebab kasus hepatitis akut.

Selama investigasi berlangsung, Nadia mengimbau agar masyarakat terutama orang tua untuk tetap tenang dan berhati-hati.

Nadia juga menegaskan, agar masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) selama proses investigasi berlangsung. Tujuannya adalah sebagai upaya pencegahan penularan.

"Lakukan tindakan pencegahan seperti mencuci tangan, memastikan makanan dalam keadaan matang dan bersih, tidak bergantian alat makan, menghindari kontak dengan orang sakit serta tetap melaksanakan protokol kesehatan," ujar Nadia.

Penyebab kasus belum ditemukan

Berdasarkan Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/2515/2022 tentang Kewaspadaan Terhadap Penemuan Kasus Hepatitis Akut Yang Tidak Diketahui Etiologinya, penyebab kasus ini belum diketahui secara pasti.

Kendati demikian, gejala klinis yang teridentifikasi yakni hepatitis akut dengan peningkatan enzim hati, syndrome jaundice akut, dan gejala gastrointestinal, seperti nyeri abdomen, diare dan muntah-muntah.

Selain itu, pemeriksaan laboratorium virus hepatitis tipe A, B, C, D, dan E tidak ditemukan sebagai penyebab penyakit hepatitis akut ini.

Namun dapat dipastikan bahwa adenovirus terdeteksi pada 74 kasus setelah dilakukan tes molekuler dan teridentifikasi sebagai F type 41.

Adapun SARS-CoV-2 juga ditemukan pada 20 kasus. Sementara 19 kasus terdeteksi adanya koinfeksi SARS-CoV-2 dan adenovirus.

Dilansir dari Kompas.com (3/5/2022), WHO mencatat setidaknya 228 dugaan kasus hepatitis akut telah menyerang anak-anak di dunia.

"Sampai 1 Mei, setidaknya 228 dugaan kasus (hepatitis akut pada anak) dilaporkan ke WHO dari 20 negara, dengan lebih dari 50 kasus tambahan sedang diselidiki," kata juru bicara WHO Tarik Jasarevic.

Halaman
123
Sumber: Surya
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved