Breaking News:

Ramadhan 2022

Jangan Sampai Terlambat, Berikut Waktu Tepat Bayar Zakat Fitrah, Besaran hingga Bentuk-bentuk Zakat

Kapan waktu yang tepat untuk membayar zakat fitrah? Berikut penjelasannya, lengkap dengan besaran dan bentuk-bentuk zakat.

www.realsimple.com/500px.com
Ilustrasi membayar zakat, penjelasan waktu yang tepat hingga besaran dan jenis-jenis zakat. 

TRIBUNSTYLE.COM - Kapan waktu yang tepat untuk membayar zakat fitrah? Berikut penjelasannya, lengkap dengan besaran dan bentuk-bentuk zakat

Zakat fitrah dapat dimaknai sebagai bentuk kepedulian terhadap orang yang kurang mampu.

Yakni membagi rasa kebahagiaan dan kemenangan di hari raya yang dapat dirasakan semuanya termasuk masyarakat miskin yang serba kekurangan.

Zakat fitrah wajib ditunaikan bagi setiap jiwa, dengan syarat beragama Islam, hidup pada saat bulan Ramadhan, dan memiliki kelebihan rezeki atau kebutuhan pokok untuk malam dan Hari Raya Idul Fitri.

Dilansir laman baznas.go.id, besaran zakat fitrah adalah beras atau makanan pokok seberat 2,5 kg atau 3,5 liter per jiwa.

Zakat Fitrah.
Zakat Fitrah. (Instagram/santri.dai)

Baca juga: BACAAN Doa Malam Lailatul Qadar, Lengkap Amalan yang Dianjurkan pada 10 Hari Terakhir Ramadhan 2022

Baca juga: Dilakukan 10 Hari Terakhir Bulan Ramadhan 1443 H / 2022 - Berikut Tata Cara, Syarat dan Rukun Itikaf

Para ulama, di antaranya Shaikh Yusuf Qardawi telah membolehkan zakat fitrah ditunaikan dalam bentuk uang yang setara dengan 1 sha’ gandum, kurma atau beras.

Nominal zakat fitrah yang ditunaikan dalam bentuk uang, menyesuaikan dengan harga beras yang dikonsumsi.

Berdasarkan SK Ketua BAZNAS Nomor 10 Tahun 2022 tentang Zakat Fitrah dan Fidyah untuk wilayah DKI Jakarta Raya dan Sekitarnya, ditetapkan bahwa nilai zakat fitrah setara dengan uang sebesar Rp45.000,-/hari/jiwa.

Bentuk Zakat Fitrah

Mantan ketua Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Jawa Tengah, Wahid Ahmadi menyampaikan, zakat fitrah sebaiknya dibayar dengan bahan makanan pokok.

Adapun bahan makanan pokok yang bisa dibayarkan yakni gandum, roti, ataupun beras.

"Bentuk zakat fitrah yang dibayarkan itu bahan makanan pokok ya, kalau dulu gandum lalu roti."

"Tapi kalau di Indonesia umumnya beras, itu adalah bentuk-bentuk zakat fitrah," ujarnya dalam tayangan YouTube Tribunnews.com.

Mengenai membayar zakat fitrah dengan uang sebagai pengganti bahan makanan, itu juga diperbolehkan.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved