Profil Arnold Putra, dari Pakai Baju Ormas Pemuda Pancasila hingga Isu Perdagangan Organ Manusia
Simak sosok dan profil Arnold Putra, dari pakai baju ormas Pemuda Pancasila hingga perdagangan organ manusia.
Editor: Dhimas Yanuar
TRIBUNSTYLE.COM - Simak sosok dan profil Arnold Putra, dari pakai baju ormas Pemuda Pancasila hingga perdagangan organ manusia.
Arnold Putra kembali jadi perbincangan hangat warganet.
Hal itu karena desainer kontroversi ini diduga memesan organ manusia dari Brasil.
Baca juga: Profil Virgil Abloh, Desainer Louis Vuitton & Off-White yang Meninggal Karena Kanker Sarkoma Jantung
Baca juga: Cantik Sejak Muda, Intip 7 Potret Transformasi Vera Wang, Desainer yang Awet Muda di Usia 72 Tahun
Dilansir dari Vice World News, sebelumnya Polisi Federal Brasil telah mengamankan paket berisi tangan dan tiga paket plasenta manusia.
Paket itu akan dikirim ke Singapura dengan penerima seorang desainer asal Indonesia.
Paket tersebut berasal dari Universitas Negeri Amazonas (UEA) di kota Manaus, dimana organ tubuh itu diawetkan oleh seorang profesor anatomi dengan metode yang dikenal sebagai plastinasi.
Dalam Vice Wolrd News dituliskan jika penerima paket itu adalah Arnold Putra.
"Dalam kasus paket tujuan Singapura, penerima bagian tubuh yang diduga adalah influencer dan perancang busana terkenal Indonesia Arnold Putra"
Pihak Vice juga telah menghubungi kantor Imigrasi Singapura terkait hal ini.
Pihak Imigrasi setempat pun masih menyelidiki kedatangan Arnold ke Singapura pada Februari ini.
Sebelumnya, Arnold Putra juga pernah menuai kontroversi pada 2016 ketika membuat tas berbahan tulang belakang anak manusia.
Selain itu pada pagelaran Paris Fashion Week 2022, ia juga membuat heboh dengan mengenakan seragam ormas Pemuda Pancasila.
Arnold sendiri adalah seorang desainer kelahiran Jakarta pada 1995 dan berasal dari keluarga tajir.
Dirinya adalah seorang desaigner yang sangat tertarik dengan suku dan budaya.
Ia juga identik dengan penampilan nyentrik hingga dijuluki sebagai "Fashion Guru".
Meskipun menetap di Los Angeles, Arnold dangat terinspirasi dengan fashion Tanah Air dan juga hardcore, seperti tato dan tindik.
Dirinya sangat suka dengan travelling keliling dunia.
Khususnya mengunjungi kebudayaan suku-suku yang ada di seluruh dunia.
Bahkan Arnold rela menukar barang miliknya dengan barang sakral dari suku-suku itu.
Hal itu terlihat dari unggahan Instagram miliknya @arnoldputra.
--
Desainer Indonesia Arnold Putra disorot terkait perdagangan organ manusia, polisi Brasil beri keterangan.
Arnold Putra perancang busana asal Indonesia kembali menuai kontroversi.
Arnold Putra disebut-sebut terlibat kasus perdagangan organ manusia di Brasil.
Baca juga: Profil Virgil Abloh, Desainer Louis Vuitton & Off-White yang Meninggal Karena Kanker Sarkoma Jantung
Baca juga: Cantik Sejak Muda, Intip 7 Potret Transformasi Vera Wang, Desainer yang Awet Muda di Usia 72 Tahun
Kepolisian Federal Brasil sedang menyelidiki pengiriman paket yang diduga berisi organ manusia.
Paket tersebut telanjur dikirim ke Singapura dan menyeret nama desainer Indonesia, Arnold Putra.
Menurut penyelidikan awal setelah polisi menggerebek laboratorium di Amazonas State University (UEA), tersangka utama adalah seorang profesor anatomi di kampus tersebut.
"Laboratorium anatomi melakukan ekstraksi cairan tubuh," demikian bunyi pernyataan polisi, seperti dikutip laman Vice.
Organ-organ manusia diawetkan dengan metode plastinasi, yang mana bahan-bahan seperti silikon dan epoksi digunakan sebagai pengganti cairan dan lemak tubuh agar organ tetap awet.
Dalam sebuah pernyataan, pihak kepolisian Brasil mengungkap, ada indikasi paket berisi tangan dan tiga plasenta manusia dikirim dari Manaus, Brasil ke Singapura.
Sementara itu, profesor laboratorium yang terkait kasus ini masih menjalani penyelidikan lanjutan oleh pihak berwenang.
Jika terbukti bersalah dalam tindak perdagangan organ manusia, hukuman penjara delapan tahun sudah menantinya.
Menyeret nama desainer Arnold Putra
Umumnya, negara mana pun di dunia melarang perdagangan organ manusia.
Di Brasil, pembelian dan penjualan organ tubuh manusia juga merupakan tindak kriminal.
Kasus terakhir di Brasil terjadi tahun 2011, ketika tiga dokter didakwa melakukan pembunuhan pasiennya, setelah melakukan pengambilan ginjal dan akan mengirimkannya.
Dalam kasus paket yang tengah meluncur ke Singapura, pihak kepolisian menyebut penerima organ manusia diduga adalah seorang influencer dan desainer asal Indonesia, Arnold Putra.
Sebelumnya, nama Arnold sempat menghebohkan industri fashion di tahun 2020 dengan rancangan tas yang terbuat dari tulang belakang anak osteoporosis.
Arnold menyebut bahwa tulang manusia tersebut didapat secara legal dan bersertifikat dari Kanada.
Belum lama ini, Arnold juga sempat memancing perhatian warganet saat muncul dengan seragam mirip organisasi Pemuda Pancasila, di Paris Haute Couture Week.
Vice World News juga sempat mengonfirmasi kantor Imigrasi Singapura atas dugaan perdagangan organ ini, dan dikabarkan sedang menyelidiki tujuan kedatangan Arnold Putra ke Singapura.
Pihak imigrasi hanya menyebut Arnold datang ke Singapura pada bulan Februari untuk perayaan Tahun Baru Imlek.
Organ manusia dalam industri seni
Penggunaan darah, daging, organ, dan tulang manusia dalam industri sebenarnya bukanlah hal baru.
Beberapa seniman sempat dikecam publik atas karyanya yang nyentrik. Salah satunya adalah seniman Inggris Anthony-Noel Kelly yang menggunakan bagian tubuh manusia untuk karyanya.
Anthony pun sempat dipenjara sembilan bulan lantaran bagian tubuh manusia tersebut didapat secara ilegal.
Pada tahun 2007, seniman asal Inggris, Damien Hirst membuat cetakan platinum bertakhta berlian dari tengkorak manusia. Karya ini dinilai provokatif oleh khalayak luas.
(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com
Penulis : Dinno Baskoro/Glori K. Wadrianto
(*)
Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Profil Arnold Putra Desainer Kontroversial Dikaitkan Kasus Jual Beli Organ Manusia dari Brazil,