Profil Arnold Putra, dari Pakai Baju Ormas Pemuda Pancasila hingga Isu Perdagangan Organ Manusia
Simak sosok dan profil Arnold Putra, dari pakai baju ormas Pemuda Pancasila hingga perdagangan organ manusia.
Editor: Dhimas Yanuar
Sementara itu, profesor laboratorium yang terkait kasus ini masih menjalani penyelidikan lanjutan oleh pihak berwenang.
Jika terbukti bersalah dalam tindak perdagangan organ manusia, hukuman penjara delapan tahun sudah menantinya.
Menyeret nama desainer Arnold Putra
Umumnya, negara mana pun di dunia melarang perdagangan organ manusia.
Di Brasil, pembelian dan penjualan organ tubuh manusia juga merupakan tindak kriminal.
Kasus terakhir di Brasil terjadi tahun 2011, ketika tiga dokter didakwa melakukan pembunuhan pasiennya, setelah melakukan pengambilan ginjal dan akan mengirimkannya.
Dalam kasus paket yang tengah meluncur ke Singapura, pihak kepolisian menyebut penerima organ manusia diduga adalah seorang influencer dan desainer asal Indonesia, Arnold Putra.
Sebelumnya, nama Arnold sempat menghebohkan industri fashion di tahun 2020 dengan rancangan tas yang terbuat dari tulang belakang anak osteoporosis.
Arnold menyebut bahwa tulang manusia tersebut didapat secara legal dan bersertifikat dari Kanada.
Belum lama ini, Arnold juga sempat memancing perhatian warganet saat muncul dengan seragam mirip organisasi Pemuda Pancasila, di Paris Haute Couture Week.
Vice World News juga sempat mengonfirmasi kantor Imigrasi Singapura atas dugaan perdagangan organ ini, dan dikabarkan sedang menyelidiki tujuan kedatangan Arnold Putra ke Singapura.
Pihak imigrasi hanya menyebut Arnold datang ke Singapura pada bulan Februari untuk perayaan Tahun Baru Imlek.
Organ manusia dalam industri seni
Penggunaan darah, daging, organ, dan tulang manusia dalam industri sebenarnya bukanlah hal baru.
Beberapa seniman sempat dikecam publik atas karyanya yang nyentrik. Salah satunya adalah seniman Inggris Anthony-Noel Kelly yang menggunakan bagian tubuh manusia untuk karyanya.