Virus Corona
KASUS Terus Meningkat, Ini Ciri-ciri Tertular Covid-19 Omicron, Simak Juga Cara Mencegahnya
Kasus Jakarta dan seluruh Indonesia terus meningkat, ini ciri-ciri tertular Covid-19 Omicron, simak juga cara mencegahnya.
Penulis: Dhimas Yanuar Nur Rochmat
Editor: Ika Putri Bramasti
TRIBUNSTYLE.COM - Kasus Jakarta dan seluruh Indonesia terus meningkat, ini ciri-ciri tertular Covid-19 Omicron, simak juga cara mencegahnya.
Kasus Covid-19 varian Omicron masih terus meningkat di berbagai wilayah di Indonesia.
Dalam laporan terbarunya dari Data Satgas Penanganan Covid-19 hingga Jumat (28/1/2022) pukul 12.00 WIB menunjukkan, ada penambahan 9.905 kasus baru Covid-19 hari ini.
Baca juga: Siap-siap, Puncak Covid-19 Varian Omicron di Indonesia Diprediksi Bulan Depan, Kasus Masih Naik
Baca juga: WHO: Omicron Bukanlah Varian Terakhir Virus Corona Covid-19, Mematikan Bagi yang Belum Vaksin
Penambahan tersebut menyebabkan total kasus Covid-19 di Indonesia saat ini mencapai 4.319.175 terhitung sejak kasus pertama diumumkan Presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2020.
Informasi ini disampaikan Satgas Penanganan Covid-19 kepada wartawan pada Jumat sore.
Data juga bisa diakses publik melalui situs Covid19.go.id. Sembuh dan meninggal Data yang sama menunjukkan bahwa ada penambahan kasus sembuh.
Dalam sehari, jumlahnya bertambah 2.028.
Dengan demikian, jumlah kasus sembuh di Indonesia hingga saat ini mencapai 4.131.333.
Akan tetapi, jumlah kasus kematian setelah terpapar Covid-19 juga terus bertambah.
Pada periode 27-28 Januari 2022 ada 7 kasus kematian.
Sehingga, kasus kematian dari Covid-19 kini mencapai 144.268.
Satgas juga melaporkan saat ini tercatat ada 43.574 kasus aktif Covid-19.
Ciri-ciri varian Omicron
Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin meminta masyarakat mengetahui ciri-ciri varian Omicron agar bisa melakukan pencegahan.
Budi menyampaikan, Omicron memicu gejala ringan seperti flu biasa, batuk, dan demam dengan tingkat penularan yang cepat.
“Sebagian besar kasus Omicron adalah OTG atau asimtomatik atau gejala sakitnya ringan."
"Jadi hanya gejala pilek, batuk, atau demam yang sebenarnya bisa sembuh tanpa perlu dibawa ke rumah sakit,” ujarnya dalam konferensi pers virtual, Kamis (27/1/2022), dilansir laman Kemenkes.
Ciri-ciri selanjutnya, yakni tingkat perawatan di rumah sakit lebih rendah.
Tak hanya itu, tingkat keparahannya juga lebih rendah.
Sehingga, pasien yang masuk ke rumah sakit lebih sedikit daripada pasien yang melaksanakan isolasi mandiri.
Cara Mencegah Penularan Omicron
Menkes Budi berpesan kepada masyarakat untuk tetap waspada dan hati-hati.
Yang paling penting, kata dia, selalu pakai masker dan hindari kerumunan.
Mengingat, penularan varian Omicron akan semakin tinggi.
"Kalau bisa kerja di rumah, di rumah saja, tidak usah pergi kemana-mana karena risiko tertularnya sedang tinggi."
"Tapi kalau pun tertular, tidak usah panik. Yang penting disiplin isolasi sendiri dan minum vitamin."
"Jika ada gejala ringan, minum obat," kata Menkes.
“Yang perlu ke rumah sakit kalau ada lansia atau komorbidnya banyak, itu ke rumah sakit," jelasnya.
Budi juga mengimbau masyarakat agar segera vaksinasi untuk memperkuat daya tahan tubuh.
--
Siap-siap, puncak Covid-19 varian Omicron di Indonesia diprediksi pertengahan bulan Februari hingga Maret 2022, kasus masih terus naik.
Kasus Covid-19 di Indonesia terus naik, meski pelan, belum lagi di Jakarta kasus juga semakin merebak.
Banyak masyarakat yang mengkhawatirkan kapan puncak dari Covid-19 varian Omicron terbaru ini.
Dilansir Kontan, mengutip laman covid19.go.id, pemerintah memperkirakan puncak kasus varian Omicron di Indonesia bakal terjadi pada pertengahan Februari hingga awal Maret 2022.
Hal ini mengacu pada kejadian di sejumlah negara yang menghadapi varian Omicron.
Baca juga: Niat Hati Liburan ke Amerika, Bella Shofie Sekeluarga Malah Positif Omicron, Begini Kronologinya
Baca juga: WHO: Omicron Bukanlah Varian Terakhir Virus Corona Covid-19, Mematikan Bagi yang Belum Vaksin
Mereka mengalami puncak kenaikan kasus yang dicapai dengan cepat dan tinggi dalam waktu antara 35-65 hari sejak kasus pertama ditemukan.
"Dari negara-negara yang sudah melewati puncak kenaikan kasus, menunjukkan bahwa tingkat perawatan di RS (hospitalisasi) untuk pasien Omicron lebih rendah sekitar 30-40% dibanding varian Delta," demikian penjelasan Satgas Penanganan Covid-19.
Jangan gegabah
Dalam pernyataan resminya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) berpesan bahwa masyarakat harus mewaspadai tren kenaikan kasus varian Omicron.
"Kendati demikian, tidak perlu bereaksi berlebihan. Berhati-hati perlu, waspada perlu, tapi jangan menimbulkan ketakutan dan jangan menimbulkan kepanikan," pesan Jokowi, Selasa (18/1/2022).
Dia menjelaskan, pasien yang terinfeksi varian Omicron umumnya pulih tanpa harus dirawat di rumah sakit.
"Akan tetapi sekali lagi, kita harus waspada, janga jemawa dan jangan gegabah," tegasnya.
Jokowi juga mengimbau agar mereka yang bisa bekerja dari rumah, untuk bekerja dari rumah saja (work from home).
Presiden juga meminta agar masyarakat tidak bepergian ke luar negeri jika tidak ada urusan yang mendesak.
Terakhir, Jokowi berpesan, bagi mereka yang sudah mendapatkan vaksin pertama segera melakukan vaksin kedua.
"Yang sudah dua kali vaksin, segera cari vaksin ketiga, vaksin booster. Semuanya gratis, karena vaksinasi penting demi keselamatan kita semua," tegasnya.
Satgas Covid-19 mengimbau agar masyarakat jangan sombong dan gegabah. "Pandemi belum usai, perjuangan belum selesai," tegas Satgas.
Cara terbaik menyikapi kenaikan kasus varian Omicron adalah dengan mengikuti protokol kesehatan dengan disiplin dan segera dapatkan vaksin jika gilirannya tiba.
(*)
(Tribunnews.com/Nuryanti) (Tribunstyle/Dhimas)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/ilustrasi-covid-19-varian-omicron.jpg)