Breaking News:

Hiburan Korea

Penuh Makna, Inilah 3 Kutipan dari Drama Korea The King's Affection yang Paling Menyentuh Hati

Kutipan-kutipan yang dilontarkan oleh Raja Hyejong dan Putra Mahkota Lee Hwi begitu menyayat hati. Simak selengkapnya di sini.

Kolase Instagram/kbsdrama
Deretan kutipan dari drama Korea The King's Affection 

TRIBUNSTYLE.COM - Kutipan-kutipan yang dilontarkan oleh Raja Hyejong dan Putra Mahkota Lee Hwi begitu menyayat hati. Simak selengkapnya di sini.

The King's Affection menjadi drama sageuk yang berhasil membuat penontonnya bercucuran air mata.

Sejak awal penayangan, The King's Affection telah menghadirkan kisah sedih di mana permaisuri harus rela kehilangan salah satu darah dagingnya di saat ia melahirkan anak kembar laki-laki dan perempuan.

Seperti diketahui, raja tidak menginginkan keturunan perempuan.

Pada akhirnya, anak perempuan ini justru menggantikan saudara kembar laki-lakinya yang terbunuh.

Baca juga: Sinopsis Artificial City, Drama Korea Misteri Psikologi Baru yang Dibintangi Soo Ae & Kim Kang Woo

Baca juga: Sinopsis Our Beloved Summer, Drama Komedi Romantis Choi Woo Shik dan Kim Da Mi di Masa Sekolah

Kutipan menyayat hati dari drama Korea The King's Affection
Kutipan menyayat hati dari drama Korea The King's Affection (Kolase Instagram/kbsdrama)

Sosok Park Eun Bin berperan sebagai Lee Hwi yakni anak perempuan menyamar menjadi putra mahkota.

Sementara Rowoon SF9 berperan sebagai Jung Ji Woon, tutor kerajaan untuk putra mahkota.

Drama ini mengeksplorasi banyak emosi mendalam, dari cinta seorang ayah, kesepian, hingga kenyamanan.

Seringkali mereka menyisipkan pembelajaran bermakna melalui kata-kata sederhana.

Berikut ini adalah tiga kutipan yang pernah diucapkan oleh ketiga karakter yang akan menyentuh hati penontonnya.

Seperti apa?

Dilansir dari Soompi, inilah tiga kutipan bermakna dari drama Korea The King's Affection, di antaranya:

1. "Hiduplah terus." kata Raja Hyejong

Cuplikan drama Korea The King's Affection
Kutipan dari Raja Hyejong (Kolase Instagram/kbsdrama)

Di episode 12, terungkap bahwa Raja Hyejong sudah mengetahui bahwa putra mahkota Lee Hwi bukanlah putranya, melainkan putrinya.

Setelah kata-kata terakhir diucapkan oleh mendiang istrinya untuk "melindungi anak", dia telah mengubur rahasia itu di dalam hatinya.

Ketika Raja Hyejong mencopot Lee Hwi dari Putra Mahkota, dia meninggalkan secarik surat di mana ia merenungkan masa lalunya.

Surat itu menceritakan masa-masa menyiksa Raja Hyejong saat melihat anak perempuannya menyamar jadi putra mahkota dan tekadnya untuk tidak melakukan kesalahan yang sama dua kali.

Kalimat terakhir dari surat itu berbunnyi "Hiduplah terus, sehingga Ayah tidak mendengar kabar tentangmu lagi,".

Kalimat ini mengungkapkan cinta seorang ayah dan keinginannya untuk menjaga putrinya agar tetap aman.

Sebelum kematiannya, ibu Lee Hwi memberikan nasihat serupa yang membuat penonton tak henti meneteskan air mata.

2. "Apa yang bisa terjadi di luar sana?" kata Lee Hwi saat kesepian

Cuplikan drama Korea The King's Affection
Cuplikan drama Korea The King's Affection (Kolase Instagram/kbsdrama)

Setiap kali Lee Hwi merasa resah, dia pergi ke sebuah bukit yang menghadap ke dunia luar istana.

Namun, tempat ini nampaknya juga menjadi batas dunia Lee Hwi.

Ketika sepupunya, Lee Hyun bertanya mengapa dia tidak melanjutkan perjalanannya, Lee Hwi hanya menjawab "Karena saya harus kembali ke istana. Jalan yang saya tahu berakhir di sini,".

Meskipun ada banyak waktu ketika Lee Hwi ingin melarikan diri dari kehidupannya sebagai Putra Mahkota, nasibnya yang kejam membuatnya terikat di istana.

Seolah ingin menghibur dirinya sendiri, Lee Hwi lantas berkata "Apa yang bsia terjadi di luar sana? Mungkinkah benar-benar ada lautan tak berujung dan tak berdasar di luar sana?."

Pertanyaan itu menyiratkan kesepian pahit yang ia alami di sepanjang hidupnya.

3. "Kamu telah melakukannya dengan baik." ujar pelayan istana senior Kim.

Cuplikan drama Korea The King's Affection
Cuplikan drama Korea The King's Affection (Kolase Instagram/kbsdrama)

Lee Hwi menghadapi hukuman berat setelah mempermalukan pamannya dan menjungkirbalikkan prinsip-prinsip moral bangsawan dengan membuatnya bertanggung jawab atas pembunuhan seorang gadis pelayan.

Menanggapi teguran Ibu Suri dan kakeknya, Lee Hwi dengan percaya diri membela tindakannya dengan berkata "Itu adalah kehidupan salah satu rakyatku, yang harus aku layani, dan yang tidak boleh dianggap enteng oleh siapa pun.”.

Tak peduli seberapa keras dia berusaha, aturan kerajaan tetap tidak bisa diubah olehnya.

Apakah pelayan itu harus mati karena statusnya yang rendah atau dirinya sendiri yang seharusnya mati karena jenis kelaminnya.

Setelah Lee Hwi mencurahkan perasaan terdalamnya bahwa selama ini ia hanya menutup mata atas ketidakadilan itu, pelayan istana Kim melangkah dan menghiburnya.

Jika ibumu masih hidup, dia akan mengatakan kamu melakukan hal yang benar, dan bahwa kamu melakukannya dengan baik.

Jangan terlalu keras pada diri sendiri. Aku akan mengikutimu sampai akhir.” ujarnya.

Saat ia berbicara, air mata yang keluar dari matanya membuat adegan terasa menyayat hati dan tak terlupakan.

(TribunStyle.com/Tsania)

Baca artikel lainnya tentang Hiburan Korea di sini..

Sumber: TribunStyle.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved