Breaking News:

3 Jenis Vaksin Covid-19 Ini Terbukti Efektif Kurangi Risiko Kritis, dari Sinovac hingga AstraZeneca

Tiga jenis vaksin Covid-19 ini terbukti efektif kurangi risiko kritis, Pfizer, Sinovac, hingga AstraZeneca.

Tayang:
Tribunnews/Irwan Rismawan
Tiga jenis vaksin Covid-19 ini terbukti efektif kurangi risiko kritis, Pfizer, Sinovac, hingga AstraZeneca. 

"Banyak penerima AstraZeneca berada di usia pertengahan dewasa, sementara penerima suntikan Pfizer dan Sinovac sangat banyak untuk populasi yang rentan," katanya.

Penerima AstraZeneca juga menyumbang proporsi penelitian yang jauh lebih kecil, yang melibatkan sekitar 14,5 juta individu yang divaksinasi lengkap dan dilakukan selama lebih dari lima bulan sejak 1 April.

Pada bulan Juli, Malaysia mengatakan akan menghentikan pemberian vaksin Sinovac setelah persediaannya berakhir, karena memiliki cukup banyak vaksin lain untuk programnya.

Vaksin Sinovac telah digunakan secara luas di beberapa negara termasuk China, Indonesia, Thailand dan Brasil, dan perusahaan tersebut mengatakan awal bulan ini telah memasok 1,8 miliar dosis di dalam dan luar negeri.

Malaysia telah sepenuhnya memvaksinasi 58,7% dari 32 juta penduduknya dan memberikan setidaknya satu dosis untuk 68,8% populasinya.

--

Apakah pandemi segera berakhir? Obat molnupiravir dari Merck disebut bisa atasi Covid-19 varian Delta.

Pandemi virus corona di Indonesia sendiri sudah mulai menurun.

Berkat dari PPKM dan vaksinasi, masyarakat dan pemerintah berhasil mengurangi merebaknya lagi virus Covid-19.

Berbagai vaksin juga sudah tersedia untuk segera digunakan, namun hingga kini masih belum ada obat khusus untuk Covid-19 itu sendiri.

Namun kali ini ada kabar baik, pabrik farmasi Merck dari Amerika Serikat Jumat, (1/10/2021), dilansir dari Vox, melaporkan telah membuat obat yang berhasil turunkan risiko Covid-19.

Mereka mengklaim bahwa obat antivirusnya, molnupiravir mengurangi risiko saat dirawat dan kematian pada pasien yang berisiko hingga 50 persen, menurut analisis sementara perusahaan.

Baca juga: Meski Endemik & Tingkat Vaksinasi 80%, Singapura Masih Dihantam Hampir 3000 Kasus Covid-19

Baca juga: Dicekal di Jepang & Korea, Vaksin Sinovac Nyatanya Bisa Kurangi Risiko Kritis Saat Covid-19

Obat Molnupiravir dari Merck.
Obat Molnupiravir dari Merck. (Merck.com)

Pengobatan Covid-19 yang baru dan efektif – jika disetujui oleh regulator kesehatan – dapat menjadi alat serbaguna bagi dokter untuk merawat pasien Covid-19.

Hingga pada akhirnya dapat menyelamatkan nyawa para pengidap, dan mengurangi resiko merebaknya kembali virus corona jenis lain.

Meskipun ada sejumlah obat untuk Covid-19 di pasaran, banyak di antaranya masih punya harga mahal, sulit dilakukan, tidak tersedia secara luas, atau kurang efektif.

Sumber: TribunStyle.com
Halaman 2/4
Tags:
Covid-19vaksinSinovacAstraZeneca
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved