Breaking News:

Trending Hari Ini

Data KTP di Aplikasi eHAC Bocor, Pengguna Diminta Hapus Aplikasi eHAC Lama, Ini Klarifikasi Kemenkes

Klarifikasi Kemenkes soal dugaan kebocoran data eHAC, minta pengguna hapus aplikasi eHAC yang lama.

Editor: Dhimas Yanuar
Tangkap layar Aplikasi e-Hac /Kompas.com
Aplikasi e-HAC. 

TRIBUNSTYLE.COM - Klarifikasi Kemenkes soal dugaan kebocoran data eHAC, minta pengguna hapus aplikasi eHAC yang lama.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) buka suara terkait dugaan kebocoran 1,3 juta data pengguna aplikasi electronic Health Alert Card (eHAC).

Kepala Pusat Data dan Informasi Kemenkes, Anas Ma'ruf, menyampaikan dugaan kebocoran data terjadi pada aplikasi eHAC yang lama.

Menurutnya, aplikasi eHAC yang lama sudah tidak digunakan sejak 2 Juli 2021.

"Kebocoran data terjadi di aplikasi electronic Health Alert Card (eHAC) yang lama, yang sudah tidak digunakan lagi sejak 2 Juli 2021," ujarnya dalam konferensi pers virtual di YouTube Kementerian Kesehatan RI, Selasa (31/8/2021).

Baca juga: Cara Aman dari Hacker, Aktifkan Fitur Autentikasi Dua Langkah di Facebook, WhatsApp dan Instagram

Baca juga: Agar Terhindar dari Hacker, Ini 6 Tips Menjaga Keamanan Akun Twitter, Kunci Utamanya Sandi

Logo Kemenkes RI.
Logo Kemenkes RI. (Kemenkes.go.id)

"Sejak tanggal 2 Juli 2021, kita sudah mulai menggunakan aplikasi PeduliLindungi, dimana eHAC ini sudah terintegrasi dan berada di dalam aplikasi PeduliLindungi," lanjutnya.

Ia menyampaikan, sistem eHAC di aplikasi PeduliLindungi berbeda dengan aplikasi eHAC sebelumnya.

"Sistem yang ada di PeduliLindungi berbeda dengan sistem eHAC yang lama," ungkapnya.

"Sekali lagi saya tegaskan, sistem yang ada di eHAC yang lama itu berbeda dengan sistem eHAC yang tergabung di dalam PeduliLindungi."

"Infrastrukturnya berbeda di tempat yang lain," tegas Anas.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved