Breaking News:

Trending Hari Ini

PESAN Penting Ilmuwan AstraZeneca Asal Indonesia, Carina Joe Maklumi Masyarakat yang Takut Vaksin

Carina Citra Dewi Joe, peneliti wanita Indonesia pemilik hak paten vaksin AstraZeneca buka suara untuk menjelaskan pembuatan vaksin yang begitu cepat.

Editor: Dhimas Yanuar
ISTIMEWA/ IG: desrapercaya
Carina Citra Dewi Joe, peneliti wanita Indonesia pemilik hak paten vaksin AstraZeneca buka suara untuk menjelaskan pembuatan vaksin yang begitu cepat. 

TRIBUNSTYLE.COM - Di tengah pandemi Covid-19 ini pemerintah terus mempercepat program vaksinasi covid-19 ke seluruh masyarakat Indonesia.

Hal ini dilakukan untuk mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok untuk menekan penyebaran Covid-19.

Namun dilapangan nyatanya masih saja ada beberapa masyarakat Indonesia yang merasa dirinya takut untuk melakukan vaksin.

Baca juga: ALASAN Kenapa Penonton Liga Inggris Tanpa Prokes, Tanpa Masker & Tak Ada Jaga Jarak, Vaksin Sukses?

Baca juga: Indonesia 10 Besar Vaksin Dunia, Nomer 1 Asia Tenggara, Tetapi Baru 9% yang Lengkap, Ayo Vaksin!

Ilustrasi vaksin covid-19 buatan AstraZeneca.
Ilustrasi vaksin covid-19 buatan AstraZeneca. (AFP)

Dilansir dari Tribunnews, Carina Citra Dewi Joe, peneliti wanita Indonesia yang menjadi salah satu pemilik hak paten Vaksin AstraZeneca buka suara untuk menjelaskan bahwa vaksin berguna demi melatih respon dari tubuh.

Agar nantinya pada saat virus datang, sistem imun sudah siap untuk melindungi tubuh.

Carina pun menjamin, bahwa vaksinasi itu aman dan efektif untuk menekan penyebaran Covid-19.

"Intinya vaksin ini untuk melatih respon dari tubuh kita. Jadi pas virus aslinya dateng, jadi udah siap imun sistemnya untuk melindungi tubuh kita."

"Semua vaksin ini aman dan efektif," kata Carina saat berbincang di Live Instagram Desra Percaya bersama Carina Joe, Indra Rudiansyah dan Ganjar Pranowo, Minggu (25/7/2021) kemarin.

Carina mengerti perasaan masyarakat Indonesia yang takut divaksin karena itu merupakan hal yang manusiawi.

Mengingat vaksin Covid-19 ini dibuat secara cepat, yakni hanya dalam waktu satu setengah tahun saja padahal vaksin-vaksin sebelumnya membutuhkan waktu hingga 10 tahun lamanya untuk bisa digunakan masyarakat.

Halaman
1234
Sumber: Grid.ID
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved