Perjalanan Karier Greysia Polii, Pernah Didiskualifikasi hingga Raih Emas di Olimpiade Tokyo 2020
Simak perjalanan karier Greysia Polii, didiskualifikasi di Olimpiade London 2012 hingga raih medali emas di Olimpiade Tokyo 2020.
Penulis: Amirul Muttaqin
Editor: Delta Lidina Putri
Ia juga mendapatkan medali perak pada nomor ganda campuran bersama Muhammad Rijal dan medali perunggu pada nomor ganda putri bersama Heni Budiman.
Greysia Polii memulai debutnya bersama tim nasional senior di Piala Uber pada 2004, ketika tim tersebut berhasil mencapai tahap perempat final.
Prestasinya bersama tim nasional dimulai ketika dipasangkan dengan Jo Novita sekitar tahun 2005.
Pasangan ini berhasil memenangkan gelar Grand Prix, dua medali perak di SEA Games pada tahun 2005 dan 2007, dan satu perunggu di Kejuaraan Asia 2005.
Pada pertengahan tahun 2008, ia mulai berpasangan dengan Nitya Krishinda Maheswari karena usia Jo Novita yang tidak lagi muda dan tidak bisa diharapkan membangkitkan prestasi di sektor ganda putri dengan Greysia lagi.
Bersama Nitya, Greysia berhasil memenangkan 2 gelar Superseries, 3 gelar Grand Prix, satu emas di Asian Games 2014, satu perak di SEA Games 2013, dan medali perunggu di Kejuaraan Dunia 2015 dan Asia 2016.
Pasangan ini mencapai karier tertingginya dengan menduduki peringkat 2 dunia ganda putri BWF.
Greysia juga telah mewakili Indonesia di tiga Olimpiade, yakni Olimpade London 2012, Olimpiade Rio de Janeiro 2016 dan Olimpiade Tokyo 2020.
Di Olimpiade London 2012, Greysia Polii yang berpasangan dengan Meiliana Jauhari didiskualifikasi oleh panitia.
Mereka dianggap melanggar kode etik karena sengaja mengalah di babak Grup C cabor bulu tangkis saat menghadapi Ha Jung Eun/Kim Min Jung (Korea Selatan).
Mereka disinyalir sengaja melakukan tindakan tersebut agar bisa terhindar dari pasangan Wang Xiaoli/Yu Yang (China) di babak perempat final.
Alhasil, Greysia dan Meiliana didiskualifikasi oleh BWF dan tidak dapat bertanding lagi di Olimpiade London 2012.
Selain Greysia/Meiliana, tiga pasangan lainnya, Wang Xiaoli/Yu Yang (China), Kim Ha Na/Jung Kyung Eun dan Ha Jung Eun/Kim Min Jung (Korea Selatan) juga didiskualifikasi.
Keempat pasangan ganda putri itu dianggap melanggar code of conduct pasal 4.5 dan 4.16 yaitu "tidak bersungguh-sungguh untuk berusaha memenangkan pertandingan" dan "bertingkah laku menghina dan merusak reputasi bulu tangkis."
Di Olimpiade Rio de Janeiro 2016, pasangan ini terhenti pada babak perempat final.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/perjalanan-karier-greysia-polii.jpg)