Pelajaran Sekolah
Perbedaan Kalimat Aktif dan Pasif, Masih Banyak Keliru, Perhatikan Objek Kalimat hingga Imbuhan
Berdasarkan relasi antara subyek, predikat, dan nilai maknanya, kalimat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu aktif dan pasif. Seperti apa itu?
Editor: Triroessita Intan Pertiwi
Kalimat aktif tidak berobyek disebut juga kalimat intrasinitif.
Kalimat jenis ini tidak membutuhkan kehadiran obyek atau keterangan.
Kalimat aktif tanpa obyek, tidak dapat diubah menjadi kalimat pasif.
Predikatnya dapat berupa dengan awalan me-, ber-, atau verba aktif.
Verba aktif, misalnya datang, pergi, masuk, kembali, pulang, bangkit, dan sejenisnya. Jumlah verba aktif yang dapat ditautkan pada kalimat jenis ini jumlahnya lebih banyak.
Contoh:
- Yudi memasak di dapur.
- Nenek berolahraga setiap pagi.
- Dewo pulang ke Makassar.
Kalimat Pasif
Mengenali kalimat pasif lebih mudah karena predikatnya mengandung imbuhan di-, ter-, serta ke- dan -an. subyek dalam kalimat pastif bukan sebagai pelaku, melainkan sasaran perbuatan.
Pada beberapa kalimat pasif, subyek tidak terlihat atau terselubung tetapi tetap memenuhi syarat keutuhan kalimat.
Menurut Dendy Sugono dalam Sintaksis Bahasa Indonesia: Analisis Fungsi Sintaktik (2019), jika subyek suatu kalimat tidak berperan sebagai pelaku, tetapi sebagai sasaran perbuatan yang dinyatakan predikat, kalimat itu disebut kalimat pasif.
Berikut contohnya:
- Baju disertrika Deni.
- Buku dibaca Santi.
- Pasar kencong terbakar.
- Jakarta kebanjiran.
(kompas.com / Rosy Dewi Arianti Saptoyo)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Perbedaan Kalimat Aktif dan Pasif"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/ilustrasi-menulis.jpg)